- CEO Degree Synergy International melaporkan lonjakan drastis jumlah model mobil listrik di Indonesia hingga Maret 2026.
- Harga mobil listrik yang semakin terjangkau mulai menyaingi pangsa pasar kendaraan berbahan bakar bensin di Indonesia.
- Andrea Suhendra menyarankan pemberian insentif tambahan bagi kendaraan PHEV untuk mendukung masa transisi energi bagi konsumen.
Suara.com - Pasar otomotif nasional kini mengalami pergeseran besar seiring dengan semakin banyaknya pilihan mobil listrik murni atau BEV yang masuk ke Indonesia. Andrea Suhendra selaku CEO Degree Synergy International mengungkapkan bahwa kehadiran model baru menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak popularitas kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Berdasarkan data terbaru jumlah model BEV di tanah air kini mencapai 74 unit yang berarti naik tajam dibandingkan tahun 2021 yang hanya tersedia 11 model. Tidak hanya varian murni segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV juga menunjukkan lonjakan signifikan dari hanya 42 unit pada Maret 2025 menjadi 1.521 unit pada Maret 2026.
Salah satu pemicu utama minat masyarakat adalah selisih harga jual yang semakin sempit dengan mobil bermesin konvensional atau ICE. Jika pada tahun 2022 harga mobil listrik rata-rata masih berada di atas Rp500 juta saat ini sudah banyak pilihan di angka Rp300 juta bahkan di bawah itu. Kondisi ini mulai menggerus pangsa pasar SUV dan MPV berbahan bakar bensin karena harga yang semakin kompetitif.
Andrea juga menyoroti kenaikan harga BBM terutama solar yang membuat konsumen melirik mobil listrik karena memiliki biaya kepemilikan yang jauh lebih murah. Meskipun terdapat perubahan skema pajak daerah ia memprediksi minat masyarakat tidak akan luntur karena efisiensi energi tetap menjadi daya tarik utama bagi konsumen di kota besar.
“Sebaiknya pemda memberlakukan tarif pajak progresif. Contohnya, BEV di atas Rp500 juta dikenakan tarif lebih tinggi, sedangkan di bawah itu sebaiknya rendah,” kata Andrea Suhendra, di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Terkait transisi energi Andrea memberikan dukungan agar kendaraan PHEV diberikan tambahan insentif. Teknologi ini dianggap sangat krusial sebagai jembatan bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni karena faktor infrastruktur pengisian daya serta jarak tempuh.
“PHEV layak diberi stimulus tambahan, tetapi bersyarat, karena bisa menjadi jembatan transisi untuk konsumen yang belum sepenuhnya siap ke BEV, misalnya karena isu charging infrastructure, jarak tempuh, atau kebiasaan berkendara,” pungkas Andrea Suhendra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino
-
Wuling Tetap Pede Jual Mobil Listrik di Tengah Aturan Pajak Baru
-
Dominasi Daihatsu Gran Max di Pasar Mobil Niaga Indonesia Kian Tak Terbendung Kompetitor
-
5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino
-
Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?
-
Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target
-
Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal
-
Spesifikasi Wuling Eksion 2026 Lengkap dengan Harga, SUV Hybrid EV 7 Seater Cocok Buat Keluarga
-
Nasib Insentif Kendaraan Listrik Kini Bergantung Penuh Pada Kemauan Pemerintah Daerah
-
Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Perlahan Mulai Geser Dominasi Mesin Konvensional