- Indef mencatat realisasi mobil listrik per 2025 baru mencapai 104.000 unit dari target 944.000 unit di tahun 2030.
- Penjualan kendaraan listrik domestik masih didominasi produk impor sehingga industri dalam negeri belum menjadi pemeran utama pasar.
- Pemerintah Indonesia telah menarik investasi senilai USD 2,73 miliar guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional ke depan.
Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik masih menghadapi tantangan besar.
Hal ini terlihat dari realisasi target adopsi mobil listrik yang masih jauh dari angka 944.000 unit sebagaimana pada 2030 ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, Andry Satrio Nugroho, mencatat bahwa hingga tahun 2025, jumlah mobil listrik di Indonesia baru mencapai kisaran 104.000 unit.
"Kalau kita berkaca kepada RUPTL, target adopsi mobil listrik ini kita masih ada gap sekitar 840.000 unit dari target yang diinginkan oleh pemerintah. Itu artinya ada 136.000 unit setiap tahun yang memang sebetulnya harapannya bisa dimiliki oleh masyarakat,” kata Andry dalam sebuah agenda diskusi yang digelar Indef di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Sejak 2022, jumlah pembelian mobil listrik memang mengalami peningkatan. Hal itu didorong adanya intensif fiskal dari pemerintah. Namun demikian angkanya masih kalah jauh dibanding dengan mobil yang menggunakan BBM. Oleh karenanya Andry menegaskan perlunya kebijakan yang mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
Lebih lanjut, Andry juga mengungkap bahwa penjualan kendaraan listrik di dalam negeri masih didominasi produk impor. Hal itu menurutnya menunjukkan industri kendaraan listrik dalam negeri belum menjadi pemeran utama.
Meski demikian, Andry memproyeksikan tren peningkatan akan tetap terjadi kedepannya, dengan catatan pemerintah harus mengalokasikan investasi yang lebih besar.
Berdasarkan data yang diperoleh Indef, terdapat investasi senilai USD 2,73 miliar yang telah mengalir ke dalam ekosistem kendaraan listrik nasional.
"Artinya kita melihat bahwa dengan adanya keberpihakan pemerintah dalam hal ini terhadap adopsi kendaraan listrik, itu semakin besar keinginan investor untuk berinvestasi ke Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Mobil Listrik Tak Lagi Bebas Pajak, BYD Angkat Bicara...
Terlebih katanya adanya dukungan kebijakan pemerintah seperti intensif fiskal, dan dari sisi regulasi seperti peraturan presiden yang dapat menjadi dorongan bagi Indonesia bersaing dalam investasi kendaraan listrik global.
"Harapannya di tahun 2026 ini kita bisa menemukan semakin besar lagi investasi dari kendaraan listrik tersebut. Karena syarat daripada importasi dari produk kendaraan listrik ini adalah komitmen investasi," ujarnya.
Berita Terkait
-
Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal
-
Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Perlahan Mulai Geser Dominasi Mesin Konvensional
-
Spesifikasi Wuling Eksion 2026 Lengkap dengan Harga, SUV Hybrid EV 7 Seater Cocok Buat Keluarga
-
Berapa Pajak Jaecoo J5? Ini Simulasi Perhitungan Berdasarkan Aturan Baru Pemerintah
-
Desak Transisi Energi Adil, Massa Gelar Aksi di Depan Kantor ESDM
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi