Otomotif / Mobil
Kamis, 23 April 2026 | 16:07 WIB
Indef mencatat realisasi mobil listrik per 2025 baru mencapai 104.000 unit dari target 944.000 unit di tahun 2030. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indef mencatat realisasi mobil listrik per 2025 baru mencapai 104.000 unit dari target 944.000 unit di tahun 2030.
  • Penjualan kendaraan listrik domestik masih didominasi produk impor sehingga industri dalam negeri belum menjadi pemeran utama pasar.
  • Pemerintah Indonesia telah menarik investasi senilai USD 2,73 miliar guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional ke depan.

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik masih menghadapi tantangan besar.

Hal ini terlihat dari realisasi target adopsi mobil listrik yang masih jauh dari angka 944.000 unit sebagaimana pada 2030 ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, Andry Satrio Nugroho, mencatat bahwa hingga tahun 2025, jumlah mobil listrik di Indonesia baru mencapai kisaran 104.000 unit.

"Kalau kita berkaca kepada RUPTL, target adopsi mobil listrik ini kita masih ada gap sekitar 840.000 unit dari target yang diinginkan oleh pemerintah. Itu artinya ada 136.000 unit setiap tahun yang memang sebetulnya harapannya bisa dimiliki oleh masyarakat,” kata Andry dalam sebuah agenda diskusi yang digelar Indef di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sejak 2022, jumlah pembelian mobil listrik memang mengalami peningkatan. Hal itu didorong adanya intensif fiskal dari pemerintah. Namun demikian angkanya masih kalah jauh dibanding dengan mobil yang menggunakan BBM. Oleh karenanya Andry menegaskan perlunya kebijakan yang mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Lebih lanjut, Andry juga mengungkap bahwa penjualan kendaraan listrik di dalam negeri masih didominasi produk impor. Hal itu menurutnya menunjukkan industri kendaraan listrik dalam negeri belum menjadi pemeran utama.

Meski demikian, Andry memproyeksikan tren peningkatan akan tetap terjadi kedepannya, dengan catatan pemerintah harus mengalokasikan investasi yang lebih besar.

Berdasarkan data yang diperoleh Indef, terdapat investasi senilai USD 2,73 miliar yang telah mengalir ke dalam ekosistem kendaraan listrik nasional.

"Artinya kita melihat bahwa dengan adanya keberpihakan pemerintah dalam hal ini terhadap adopsi kendaraan listrik, itu semakin besar keinginan investor untuk berinvestasi ke Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Mobil Listrik Tak Lagi Bebas Pajak, BYD Angkat Bicara...

Terlebih katanya adanya dukungan kebijakan pemerintah seperti intensif fiskal, dan dari sisi regulasi seperti peraturan presiden yang dapat menjadi dorongan bagi Indonesia bersaing dalam investasi kendaraan listrik global.

"Harapannya di tahun 2026 ini kita bisa menemukan semakin besar lagi investasi dari kendaraan listrik tersebut. Karena syarat daripada importasi dari produk kendaraan listrik ini adalah komitmen investasi," ujarnya.

Load More