- Tabrakan beruntun di Bekasi Timur dipicu taksi listrik mogok, menelan banyak korban jiwa.
- Mitos medan magnet rel mematikan mesin mobil terbantahkan oleh riset sains dan jurnal kelistrikan.
- Kendaraan mogok di perlintasan lebih murni akibat eror sensor, baterai, dan kepanikan pengemudi.
Suara.com - Kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line kembali terjadi di Kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Insiden nahas ini diduga kuat bermula dari sebuah taksi listrik yang tiba-tiba mogok tepat di tengah perlintasan.
Tragedi yang merenggut belasan nyawa ini langsung memicu kembali perdebatan panas di masyarakat luas.
Banyak orang meyakini bahwa medan magnet rel kereta menjadi biang kerok matinya mesin secara mendadak.
Namun, anggapan lawas tersebut ternyata hanyalah mitos belaka yang sering menyesatkan publik.
Faktor teknis kendaraan modern dan kepanikan manusia justru menjadi penyebab utama malapetaka di perlintasan.
Kronologi Maut di Jalur Sibuk
Rangkaian petaka ini terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di perlintasan Jalan Ampera, Bekasi. Sebuah taksi listrik tertabrak KRL relasi Cikarang-Angke setelah berhenti total di atas jalur besi tersebut.
Kekacauan operasional pun terjadi hingga membuat KRL rute Kampung Bandan-Cikarang berhenti menunggu jalur aman.
Dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang gagal menghindar dan menabraknya.
Baca Juga: Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur Ganggu Jadwal Keberangkatan Kereta, Penumpang Menumpuk di Gambir
Benturan super keras ini menghancurkan gerbong belakang dan melumpuhkan total jalur lintas Bekasi-Cibitung.
Tercatat 14 orang tewas dan 84 penumpang lainnya luka-luka akibat efek domino dari gangguan kecil ini.
Mengupas Mitos Magnet Rel Kereta
Banyak pengemudi percaya gesekan roda baja dan rel menciptakan magnet raksasa pelumpuh mesin.
Narasi ini sangat populer di kalangan masyarakat yang memicu kekhawatiran bagi pengguna mobil listrik.
Faktanya, sains mutakhir membantah keras teori medan magnet perusak kelistrikan tersebut. Rel memang menghasilkan efek elektromagnetik, tetapi kekuatannya sangatlah kecil dan tidak berbahaya.
Studi dalam Journal of Electrification of Railways mencatat kekuatan magnet perlintasan hanya 20-75 mikrotesla.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Gaji Naik, Korupsi Turun? Sebuah Asumsi yang Perlu Diuji
-
Duel Chelsea vs AC Milan di Stadion GBK Bakal Dipenuhi Pemain Bintang
-
Empat Penyidik Polisi Diperiksa dalam Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
4 Tips Kamar Tidur Menurut Fengshui Agar Cepat Menikah
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro