- Masyarakat Transportasi Indonesia mendesak pemerintah mengaudit sistem keselamatan perkeretaapian nasional pasca kecelakaan beruntun di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026.
- Insiden tersebut dipicu taksi mogok yang tertemper KRL, menyebabkan tabrakan beruntun melibatkan KA Argo Bromo Anggrek di jalur padat.
- MTI merekomendasikan pembaruan teknologi keselamatan, evaluasi infrastruktur jalur ganda, serta penguatan tata kelola operasional untuk mencegah risiko serupa kembali terjadi.
Suara.com - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional, usai kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, KRL, dan sebuah taksi listrik di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Ketua Forum Perkeretaapian MTI, Deddy Herlambang, menilai insiden tersebut menunjukkan adanya kerentanan sistemik dalam penyelenggaraan transportasi rel nasional, mulai dari keselamatan perlintasan sebidang hingga mitigasi tabrakan antarkereta.
“Dalam kerangka Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, keselamatan merupakan prinsip utama penyelenggaraan, namun implementasi teknis di lapangan masih belum sepenuhnya memenuhi standar fail-safe system,” kata Deddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, kecelakaan bermula dari taksi listrik yang mogok di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera dan tertemper KRL Jakarta-Cikarang, lalu memicu rangkaian gangguan perjalanan hingga KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL lain yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
MTI menilai tragedi tersebut bukan sekadar insiden tunggal, melainkan alarm serius terhadap sistem pengendalian perjalanan kereta, kapasitas lintas padat, dan efektivitas mitigasi risiko tabrakan dari belakang atau rear-end collision.
“KKA pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan adanya kerentanan sistemik dalam penyelenggaraan perkeretaapian nasional,” ujarnya.
Deddy juga menyoroti pentingnya audit terhadap sistem persinyalan, Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKT), hingga implementasi Sistem Keselamatan Kereta Api Otomatis (SKKO/ATP), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 52 Tahun 2014.
Menurut MTI, jalur padat seperti Bekasi-Cikarang yang menjadi lintasan campuran antara KRL dan kereta jarak jauh membutuhkan evaluasi lebih serius, termasuk percepatan pembangunan double-double track guna memisahkan perjalanan kereta perkotaan dan antarkota.
Selain aspek infrastruktur, MTI juga menyoroti faktor manusia seperti potensi kelelahan masinis, miskomunikasi, serta perlunya budaya operasional yang menempatkan keselamatan di atas ketepatan jadwal.
Baca Juga: Dirut KAI: 14 Orang Meninggal, 84 Luka-luka, Total Korban KA di Stasiun Bekasi Timur
“Safety over punctuality,” tulis Deddy dalam rekomendasinya.
MTI meminta audit keselamatan tidak berhenti pada investigasi penyebab langsung kecelakaan, tetapi juga mencakup reformasi teknologi keselamatan berbasis ATP, ETCS, atau CBTC, integrasi regulator dan operator, serta penerapan Railway Safety Management System (RSMS) secara nasional.
“Keselamatan perkeretaapian nasional harus dibangun melalui upgrade sarana, prasarana, teknologi, dan tata kelola secara terintegrasi,” pungkas Deddy.
Berita Terkait
-
Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta
-
Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang
-
Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini
-
Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
Terkini
-
Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara
-
Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!
-
Airlangga Klaim Risiko Resesi Indonesia Cuma 5 Persen, Lebih Aman dari AS-Kanada-Jepang
-
Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham
-
Harga Emas Diprediksi Menguat ke US$ 5.000, Pantau Logam Mulia Antam Terkini
-
Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi
-
Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS
-
Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246
-
Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang