- Mazda meluncurkan Mazda2 Hybrid 2026 di Eropa, sebuah produk rebadge dari Toyota Yaris guna memenuhi regulasi emisi.
- Model ini mengusung mesin 1.500cc hybrid dengan tenaga 114 hp serta tambahan fitur keselamatan dan kenyamanan modern.
- Mazda2 Hybrid tidak dipasarkan di Indonesia karena Mazda fokus pada segmen SUV dan kendala pajak impor kendaraan.
Di balik kap mesin, tidak ada perubahan. Mazda2 Hybrid tetap menggendong mesin 1.500cc bensin empat silinder yang dipadukan dengan motor listrik, menghasilkan tenaga kombinasi 114 hp (85 kW/116 PS).
Transmisi otomatis CVT mengirim tenaga ke roda depan. Akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam 9,7 detik, dan kecepatan puncaknya 175 km/jam.
Satu catatan penting: Toyota Yaris Hybrid di Eropa sudah sejak 2023 mendapatkan opsi mesin hybrid lebih bertenaga, yakni 129 hp.
Mazda2 Hybrid tidak menerima upgrade tersebut. Artinya, Mazda sengaja memposisikan hatchback ini di tangga yang lebih rendah dibanding Yaris, mungkin untuk menjaga diferensiasi.
Di Eropa, banderol Mazda2 Hybrid 2026 masih berada di kisaran mulai €22.000 atau hampir Rp444 jutaan (kurs Rp20.177,20/€) sebelum pajak daerah. Angka ini nyaris identik dengan Toyota Yaris Hybrid.
Artinya, konsumen Eropa bisa memilih antara emblem Mazda atau Toyota di mobil yang hampir sama persis—berbeda harga tipis, berbeda jaringan servis.
Lalu, Bagaimana Nasib Mazda2 "Asli"?
Yang dimaksud Mazda2 "asli" adalah hatchback yang dikembangkan sendiri oleh Mazda, dibekali mesin 1.5-liter mild-hybrid SkyActiv-G.
Sayangnya, model yang sudah berusia 12 tahun itu kini perlahan-lahan lenyap dari konfigurator situs resmi Mazda di banyak negara Eropa.
Baca Juga: Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang
Desas-desus penghentian produksi semakin kencang.
Namun, Mazda2 "asli" masih bertahan di Jepang, Thailand, dan Australia—tiga pasar yang belum sepenuhnya beralih ke model rebadge.
Belum ada konfirmasi apakah akan ada penerus langsung. Satu-satunya petunjuk datang dari konsep Vision X-Compact yang dipamerkan di Japan Mobility Show 2025, tetapi itu pun masih sebatas studi desain.
Pelajaran untuk Indonesia: Kenapa Kita Tidak Kebagian?
Di Indonesia, Mazda2 resmi berhenti dijual pada akhir 2023. Data wholesales Gaikindo mencatat nihil pengiriman untuk model ini sepanjang 2024 dan 2025.
Mazda Indonesia memilih fokus pada jajaran SUV seperti CX-3, CX-5, dan CX-60 yang menawarkan margin lebih besar dan lebih diminati pasar.
Lalu, kenapa Mazda2 Hybrid tidak diimpor ke Indonesia? Beberapa faktor kunci:
- Regulasi emisi Indonesia masih longgar – tidak seperti Eropa yang "memaksa" pabrikan jualan hybrid untuk menurunkan rata-rata emisi CO2 armada.
- Pajak barang mewah – CBU dari Eropa akan dikenakan bea masuk dan PPnBM yang membuat harganya sulit bersaing dengan Yaris Cross Hybrid yang sudah dirakit lokal.
- Tidak ada rencana rebadge seperti Nissan – Berbeda dengan skenario Nissan Livina yang merupakan rebadge dari Xpander, aliansi Mazda-Toyota di Indonesia belum menyentuh segmen hatchback kompak.
Sementara konsumen Indonesia mengantre Yaris Cross Hybrid hingga berbulan-bulan, Eropa bisa dengan santai memilih Mazda2 Hybrid sebagai alternatif yang lebih "premium" secara citra.
Inilah ironi pasar global: mobil yang lahir dari teknologi bersama justru tidak otomatis tersedia untuk semua orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite