Otomotif / Mobil
Senin, 11 Mei 2026 | 13:43 WIB
Ilustrasi ganti oli mobil. [Pertamina Lubricants]
Baca 10 detik
  • Pemilik kendaraan wajib mengganti oli mesin, transmisi, gardan, minyak rem, coolant, dan power steering secara rutin sesuai jadwal.
  • Penggantian cairan dilakukan berdasarkan interval jarak tempuh atau waktu tertentu guna menjaga performa komponen mobil tetap optimal.
  • Pengabaian jadwal perawatan cairan mobil dapat menyebabkan kerusakan komponen serius, biaya perbaikan mahal, serta risiko keselamatan berkendara.

Minyak Rem

Fungsi minyak rem adalah menyalurkan tekanan dari pedal ke kaliper. Interval ganti minyak 2 tahun sekali.

Risiko telah mengganti minyak rem adalah terserapnya kelembapan, bisa menurunkan efektivitas pengereman.

Coolant (Air Radiator)

Fungsi dari coolant adalah untuk menjaga suhu mesin mobil tetap stabil. Interval ganti dari radiator coolant adalah 20.000–40.000 km atau 2 tahun sekali.

Power Steering Fluid

Fungsi power steering fluid adalah untuk membantu kemudi agar lebih ringan. Interval ganti dari minyak power steering adalah 40.000 km atau sesuai rekomendasi pabrikan.

Dampak bagi Konsumen

Mengabaikan jadwal penggantian cairan bisa berakibat:

Baca Juga: Trio Mobil Turbo Termurah Cocok untuk Mahasiswa: Bertenaga, Irit, tapi Jangan Coba Isi Pertalite

  • Biaya perbaikan membengkak karena kerusakan komponen.
  • Efisiensi bahan bakar menurun.
  • Keselamatan berkendara terganggu, terutama bila minyak rem atau coolant bermasalah.

Ringkasan Jadwal Penggantian

  • Oli mesin: 5.000–10.000 km / 6 bulan
  • Oli transmisi: 40.000–60.000 km
  • Oli gardan: 20.000–40.000 km
  • Minyak rem: 2 tahun
  • Coolant: 20.000–40.000 km / 2 tahun
  • Power steering fluid: 40.000 km

Liquid pada mobil bukan sekadar cairan pelengkap. Setiap jenis punya fungsi vital dan jadwal penggantian yang jelas. Dengan disiplin merawat, konsumen bisa menghemat biaya sekaligus menjaga keselamatan di jalan.

Load More