- Veda Ega kokoh di puncak kandidat Rookie of The Year dengan 50 poin.
- Sempat tercecer akibat hujan lebat di Le Mans, Veda sukses finis posisi keempat.
- Hanya butuh selisih tiga poin, Veda kini siap mengkudeta peringkat tiga besar Moto3.
Suara.com - Aksi memukau kembali ditunjukkan oleh Veda Ega, pembalap Indonesia yang berlaga di ajang balap Moto3 musim 2026. Ia kini bukan lagi berstatus kuda hitam, melainkan ancaman nyata bagi perebutan gelar juara dunia.
Status Rookie of the Year tampaknya sudah terlalu kecil bagi pemuda tangguh asal Gunungkidul ini. Berdasarkan data klasemen resmi Moto3 terkini, Veda sukses menempel ketat para pembalap elite di jajaran lima besar.
Ia sukses mengantongi 50 poin setelah balapan dramatis di Sirkuit Le Mans akhir pekan lalu. Angka ini meninggalkan jauh pesaing terdekatnya sesama debutan, Brian Uriarte, yang baru mengumpulkan 29 poin.
Drama Hujan di Sirkuit Le Mans
Seri Moto3 Prancis kemarin menjadi panggung pembuktian mental baja dan teknik tingkat tinggi seorang Veda. Memulai balapan dari posisi keenam, ia harus menghadapi kondisi lintasan yang sangat basah akibat hujan.
Cuaca buruk tersebut terbukti sempat merusak ritme balapnya pada putaran awal balapan. Pembalap andalan Honda Team Asia ini bahkan sempat tercecer jauh hingga turun ke urutan 11.
Namun, insting balap kelas dunia miliknya langsung berbicara di atas aspal yang licin. Kecerdikannya mencari traksi ban membuat Veda perlahan merangsek naik membombardir rombongan depan.
Nyaris Podium dan Kudeta Klasemen
Akselerasi presisi dari mesin racikan Honda membawanya terlibat duel sengit melawan pembalap Eropa, Matteo Bertelle. Keduanya bertarung habis-habisan demi memperebutkan podium ketiga menjelang kibaran bendera finis.
Baca Juga: Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
Meski pada akhirnya harus puas finis keempat, tambahan poin dari Prancis sangatlah krusial. Veda kini bertengger kokoh di urutan kelima klasemen sementara secara keseluruhan.
Jarak menuju papan atas tidaklah mustahil untuk segera dikejar pada seri balapan berikutnya. Ia hanya terpaut tiga angka dari Alvaro Cape yang menduduki peringkat ketiga dengan torehan 53 poin.
Konsistensi Tingkat Eropa
Dari lima seri yang telah berjalan musim ini, performa Veda terbilang sangat luar biasa. Ia selalu berhasil menyentuh garis finis di posisi enam besar pada hampir setiap balapan.
Pengecualian hanya terjadi satu kali saat ia mencatatkan gagal finis atau DNF di Amerika Serikat. Selebihnya, ia selalu tampil agresif, termasuk saat mengamankan podium ketiga di seri Brasil.
Jika ritme agresif dan penguasaan motor ini terus dipertahankan, rival-rival Eropa wajib waspada. Veda Ega Pratama siap mengacak-acak konstelasi perebutan gelar juara Moto3 musim ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
5 EV dengan Jarak Tempuh Terjauh di Indonesia, Ada Mobil Listrik Buatan Lokal
-
Berkat Subsidi, Penjualan Mobil Listrik Toyota Kalahkan BYD
-
Nyali Teruji Sakit Dihadapi: Drama Skuad Honda pada ARRC 2026 di Sirkuit Buriram Demi Merah Putih
-
Lupakan eSAF, Penantang Honda PCX Ini Punya Fitur Ala Moge dan Bobot 30 Kg Lebih Ringan
-
Ganas dengan CBR250RR, Pembalap Yogyakarta Sukses Kibarkan Merah Putih di Sirkuit Buriram
-
Bukan Gran Max atau Carry, Mobil MBG di Garut Ini Bikin Off-Roader Melongo
-
Ironi Luky Alfirman: Lengser Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Garasi Pribadinya Cuma Mobil Tua
-
5 Motor Jangka Panjang Kelas 150cc: Teman Setia Pelajar dan Mahasiswa
-
Solar di Indonesia dengan Malaysia Mahal Mana? Intip Perbandingan Harganya yang Bikin Kaget
-
Ini Bedanya Yamaha Fino Indonesia dan Jepang, Harga Mirip Scoopy