Otomotif / Motor
Kamis, 21 Mei 2026 | 11:16 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (11/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Komisi Dipangkas: Perpres 27/2026 pangkas potongan komisi aplikator ojol dari 20 persen menjadi 8 persen.
  • Tarif Reguler Aman: Gojek pastikan tarif GoRide reguler tidak naik demi menjaga stabilitas pesanan konsumen.
  • GoRide Hemat Naik: Imbas aturan baru, Program Langganan dihapus dan tarif GoRide Hemat akan mengalami penyesuaian.

Suara.com - Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 lalu membawa angin segar yang luar biasa bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol).

Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi memangkas potongan komisi aplikator secara drastis, dari yang awalnya 20 persen kini hanya tersisa 8 persen.

Di atas kertas, ini adalah kemenangan besar bagi driver. Mereka kini bisa membawa pulang 92 persen dari total pendapatan per perjalanan.

Namun, di balik sorak-sorai kesejahteraan mitra, ada satu pihak yang diam-diam harus bersiap merogoh kocek lebih dalam: Anda, sang konsumen setia layanan ojol murah.

Akankah kebijakan ini memicu kenaikan tarif secara keseluruhan? Jawabannya ada di strategi kompromi yang diambil oleh aplikator raksasa seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).

GoRide Reguler Aman, Tapi Layanan 'Hemat' Jadi Tumbal?

Menyikapi aturan baru tersebut, Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo, menyatakan dukungan penuh perusahaannya terhadap arahan pemerintah. Langkah pertama yang mereka ambil tentu saja mematuhi skema bagi hasil 92:8.

Kabar baiknya, Gojek berjanji bahwa konsumen pengguna layanan standar tidak akan merasakan dampak langsung.

"Kami memastikan tidak ada perubahan harga bagi pengguna layanan GoRide reguler, sehingga jumlah order dari konsumen akan tetap stabil dan pendapatan total bagi mitra pengemudi akan terjaga," tegas Hans di Jakarta dilansir dari Antara.

Baca Juga: Hitung-hitungan Kasar Skema Baru Gojek: Angin Segar Buat Uang Belanja Istri Driver Ojol di Rumah

Namun, kalimat berikutnya dari sang CEO menyiratkan realita bisnis yang tak terelakkan. Ketika pendapatan aplikator dipangkas hingga 12 persen, lubang finansial itu harus ditambal dari tempat lain.

Strategi Gojek? Membidik layanan paling murah mereka, yakni GoRide Hemat.

Berakhirnya Era Subsidi dan Promo "Bakar Uang"

Untuk menciptakan ekosistem bisnis yang tetap berkelanjutan setelah aturan baru ini berlaku, Gojek mengumumkan penghapusan “Program Langganan GoRide Hemat” bagi mitra pengemudi.

Lebih lanjut, Hans dengan transparan menyebutkan akan ada "penyesuaian" harga bagi konsumen penikmat layanan hemat ini.

"Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen seperti GoRide reguler. Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen yang moderat pada GoRide Hemat," ujar Hans.

Load More