- Pemerintah Indonesia menerbitkan Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur ulang struktur potongan komisi aplikasi transportasi online.
- Gojek dan Grab menetapkan potongan komisi maksimal sebesar delapan persen untuk meningkatkan pendapatan bersih mitra pengemudi ojek online.
- Kedua perusahaan resmi menghapus program langganan berbayar bagi pengemudi guna menciptakan ekosistem layanan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Suara.com - Kabar gembira datang bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol) di seluruh Indonesia. Menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur ulang struktur potongan komisi aplikasi, dua raksasa transportasi digital, Gojek dan Grab, resmi mengubah skema bagi hasil yang lebih memihak kepada pengemudi.
Jika sebelumnya aplikator memotong komisi sebesar 20 persen, kini mitra pengemudi akan menerima porsi lebih besar, yakni 92 persen dari setiap pesanan yang diselesaikan. Artinya, potongan biaya aplikasi kini ditekan hanya menjadi 8 persen per perjalanan.
Perubahan ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penghasilan harian pengemudi.
Sebagai gambaran, jika seorang mitra pengemudi GoRide mencatatkan pendapatan kotor Rp150.000 dalam satu hari kerja, berikut perbandingannya:
- Skema Lama (Potongan 20%): Aplikator menerima Rp30.000, sehingga pendapatan bersih pengemudi adalah Rp120.000.
- Skema Baru (Potongan 8%): Aplikator hanya menerima Rp12.000, sehingga pendapatan bersih pengemudi meningkat menjadi Rp138.000.
Meskipun selisih Rp18.000 per hari terlihat kecil, akumulasinya dalam sebulan—dengan asumsi 25 hari kerja—mampu menambah pendapatan bersih pengemudi hingga sekitar Rp450.000.
Penghapusan Program Langganan Berbayar
Selain penyesuaian bagi hasil, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengambil langkah berani dengan menghapus skema langganan GoRide Hemat.
Program yang sempat diuji coba sejak November 2025 tersebut mewajibkan pengemudi membayar biaya langganan agar bisa mendapatkan akses tarif khusus.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa setelah tiga bulan penerapan skala nasional, pihaknya memutuskan untuk melakukan penyesuaian demi kesejahteraan mitra.
Baca Juga: BRI Gandeng Grab Luncurkan Promo Eksklusif dengan Diskon Menarik!
Ke depannya, layanan GoRide Hemat akan mengikuti skema bagi hasil GoRide Reguler dengan potongan maksimal 8 persen.
Terkait harga bagi konsumen, Hans memastikan penyesuaian akan dilakukan secara terukur agar layanan tetap terjangkau. Meskipun begitu, ia belum merinci tanggal pasti implementasi perubahan ini, namun ia memastikan akan segera diberlakukan dalam waktu dekat.
Langkah Serupa dari Grab Indonesia
Langkah proaktif juga diambil oleh Grab Indonesia. Melalui keterangan resmi pada Selasa (19/5/2026), CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengumumkan penutupan Program Langganan Akses Hemat bagi mitra GrabBike.
"Kami menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi. Penutupan program ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak," ujar Neneng dalam siaran persnya.
Senada dengan Gojek, Grab memastikan bahwa layanan GrabBike Hemat bagi konsumen tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang tetap mengedepankan keterjangkauan masyarakat. Neneng menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada kenaikan harga pada layanan GrabBike Standard.
Kedua aplikator menegaskan bahwa kesejahteraan mitra tetap menjadi prioritas utama. Saat ini, baik Gojek maupun Grab terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah terkait implementasi penuh Perpres Nomor 27 Tahun 2026 agar kebijakan tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh ekosistem transportasi online di Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman resmi perusahaan terkait kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Perubahan skema bagi hasil merupakan dinamika bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi. Informasi lebih lanjut mengenai detail operasional dapat diakses melalui aplikasi resmi masing-masing penyedia layanan.
Berita Terkait
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan
-
Hitung-hitungan Kasar Skema Baru Gojek: Angin Segar Buat Uang Belanja Istri Driver Ojol di Rumah
-
Grab Indonesia Resmi Tutup Program Akses Hemat untuk Mitra Roda Dua
-
Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan
-
Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat Buat Driver, Begini Dampaknya
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok
-
SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara
-
DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?
-
Danantara Yakin PT DSI Bisa Pulangkan Devisa Komoditas ke Indonesia
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi