- VinFast Indonesia menyatakan duka cita atas kecelakaan maut taksi Green SM yang tertabrak kereta api di Bekasi Timur.
- Pihak perusahaan berkomitmen mendukung penuh investigasi teknis yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian dan juga lembaga KNKT.
- VinFast menegaskan bahwa Green SM merupakan entitas bisnis terpisah yang bertindak sebagai pelanggan dan operator taksi listrik.
Suara.com - VinFast Indonesia akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai insiden kecelakaan maut yang melibatkan taksi Green SM dan kereta api di Bekasi Timur.
Perusahaan otomotif asal Vietnam tersebut menegaskan bahwa saat ini proses investigasi masih terus berjalan dan hasilnya sepenuhnya berada di bawah wewenang pihak terkait.
CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah tersebut.
Ia memastikan pihaknya berkomitmen mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT bersama pihak kepolisian.
“Pada prinsipnya tentu kami bersimpati, berduka cita mendalam atas kejadian tersebut. Saat ini prosesnya masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang, KNKT, kepolisian, dan beberapa instansi terkait,” ujar Kariyanto, di Jakarta, Kamis (21 Mei 2026).
Meski kendaraan yang terlibat menggunakan unit mereka perusahaan memberikan penjelasan mengenai struktur organisasi guna memperjelas batasan tanggung jawab.
Kariyanto menyebut Green SM sebenarnya adalah entitas bisnis yang berbeda dari distributor utama di Indonesia.
“Green SM merupakan sister company atau taksi operator, customer kami juga. Tapi kami selaku brand holder tentu berkolaborasi, kita support semua penyelidikan yang ada dengan memberikan seluruh data yang kami miliki,” katanya.
VinFast di Indonesia memiliki pembagian tugas yang spesifik pada empat entitas berbeda meliputi manufaktur distribusi infrastruktur pengisian daya hingga operasional taksi.
Baca Juga: Ikuti Jejak Toyota, Honda akan Jorjoran Gelontorkan 15 Mobil Hybrid
Pemisahan manajemen ini dinilai menjadi poin dalam menanggapi kasus hukum maupun insiden operasional di lapangan.
“Green SM Indonesia itu perusahaan taksi terpisah, ada CEO-nya sendiri, ada company-nya sendiri mereka. Jadi bagi kami, GSM itu customer yang membeli kendaraan dari kami,” tegas Kariyanto.
Kini publik menanti hasil penyelidikan teknis dari KNKT untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. VinFast mengklaim tetap fokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia meski diterpa kabar buruk terkait mitra operatornya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung