- Xiaomi Group melaporkan penjualan 80.856 unit mobil listrik sepanjang kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan 6,6 persen tahunan.
- Segmen otomotif mencatat kerugian operasional Rp8,2 triliun, setara Rp101 juta per unit mobil yang berhasil terjual ke konsumen.
- Penurunan margin kotor disebabkan oleh tingginya biaya komponen inti serta pergeseran proporsi penjualan model kendaraan yang lebih murah.
Suara.com - Xiaomi Group baru saja merilis laporan keuangan kuartal pertama 2026. Meski penjualan mobil listrik mereka meningkat, segmen otomotif justru mencatat kerugian besar.
Dengan total 80.856 unit terjual, Xiaomi kehilangan sekitar Rp100 juta untuk setiap mobil yang keluar dari showroom, menurut Car News China.
Segmen smart EV dan inovasi AI Xiaomi menghasilkan pendapatan Rp52,2 triliun (USD 2,9 miliar). Namun, kerugian operasional mencapai Rp8,2 triliun (USD 457 juta).
Artinya, setiap mobil yang dijual membuat perusahaan merugi Rp101 juta. Tahun lalu, kerugian per unit hanya sekitar Rp16 juta.
Sepanjang kuartal pertama, Xiaomi berhasil mengirimkan 80.856 unit mobil, naik 6,6 persen dibanding periode sama 2025. Rata-rata harga jual mobil listrik Xiaomi sekitar Rp623 juta (USD 34.600).
Pertumbuhan ini didorong oleh seri YU7, yang dalam 10 bulan sudah terjual 232.000 unit. Sementara generasi baru SU7 yang diluncurkan Maret 2026 langsung mengantongi lebih dari 80.000 pesanan.
Meski pendapatan naik, margin kotor segmen EV turun menjadi 20,1 persen dari sebelumnya 23,2 persen. Penyebabnya antara lain:
- Subsidi pajak pembelian kendaraan.
- Penurunan proporsi penjualan SU7 Ultra yang margin-nya lebih tinggi.
- Biaya komponen inti yang semakin mahal.
Pada April 2026, Xiaomi mencatat penjualan 36.702 unit mobil, naik 28,4 persen dibanding tahun lalu dan melonjak 71,2 persen dibanding Maret. Angka ini menunjukkan permintaan masih kuat, meski profitabilitas belum tercapai.
Kerugian besar menunjukkan bahwa Xiaomi masih dalam fase investasi besar untuk membangun ekosistem mobil listrik. Konsumen mendapat keuntungan berupa harga kompetitif dan fitur canggih, tapi bagi perusahaan, jalan menuju profit masih panjang.
Baca Juga: Nasib Garansi Seumur Hidup Mobil Listrik Wuling Saat Berpindah Tangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Skandal Motor MBG Era Dadan Hindayana: Bertampang Sangar tapi Website Resminya Berisi Lorem Ipsum
-
Makin Mewah sebelum Punah, Ini Wajah Baru Innova Diesel sebelum Disuntik Mati di 2027
-
Dolar AS Makin Perkasa Auto2000 Beri Kode Harga Mobil Toyota Bakal Naik
-
Adu Mekanik Berujung Petaka: Skandal Mesin Moto3 yang Bawa Veda Ega ke Posisi 3 Klasemen
-
PCX Kalah Canggih, Harley-Davidson Ketinggalan: Saudara Honda Stylo Ini Punya Fitur ala Mobil Mewah
-
5 Plus Minus Honda Vario 125 Street, Cocok Dipakai Buat Harian?
-
Mobil Hybrid Mewah yang Bikin Pengeluaran BBM Jadi Lebih Hemat
-
Dirumorkan Jadi Menkeu Baru, Isi Garasi Chatib Basri Bikin Melongo: Simpan JDM Langka Klasik
-
Terpopuler: Cruiser ala Harley tapi Harga Mirip Scoopy, Pesona SUV Mungil Wuling
-
Nasib Garansi Seumur Hidup Mobil Listrik Wuling Saat Berpindah Tangan