Otomotif / Motor
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:35 WIB
Ilustrasi ganti Pertamax ke Pertalite. Antrean motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pengedara motor banyak yang memilih Pertalite setelah harga Pertamax meroket.
  • Bahkan, memilih mendadak ganti Pertalite untuk motor matic yang biasa dengan Pertamax.
  • Intip penjelasan dan dampak ganti BBM ke RON yang lebih rendah, khususnya untuk matic.

Suara.com - Kenaikan harga BBM non-subsidi khususnya Pertamax per 10 Juni 2026 sukses membuat kantong para pemilik kendaraan menjerit.

Bagaimana tidak? Harga Pertamax (RON 92) yang kini melonjak drastis menyentuh angka Rp16.250 per liter memicu keresahan massal di kalangan komuter.

Di tengah himpitan ekonomi ini, banyak pengendara motor matic mulai melirik alternatif yang lebih murah, yakni "turun kelas" ke Pertalite (RON 90) yang harganya masih stabil di angka Rp10.000 per liter.

Namun, bolehkah mengganti Pertamax ke Pertalite secara mendadak untuk motor matic kesayangan Anda? Mari kita ulas penjelasan teknis serta risikonya secara gamblang.

Rasio Kompresi: Kunci Utama Bahan Bakar Motor Matic

Secara teknis, boleh atau tidaknya sebuah motor matic menggunakan Pertalite bergantung pada nilai rasio kompresi mesinnya.

Ilustrasi BBM naik. [Suara.com/Ema Rohimah]

Mayoritas motor matic keluaran terbaru (produksi di atas tahun 2018) dirancang dengan rasio kompresi tinggi, yaitu berkisar antara 10:1 hingga 11:1, bahkan lebih.

Mesin dengan spesifikasi ini membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax agar pembakaran di dalam mesin terjadi pada waktu yang tepat.

Pertalite, yang memiliki RON 90, sejatinya ditujukan untuk mesin dengan kompresi rendah di bawah 10:1.

Baca Juga: Resmi! Link Pengumuman Hasil Akhir KDKMP 2026 Sudah Bisa Diakses, Cek Namamu Sekarang

Jika Anda memaksa memindahkan konsumsi bahan bakar ke oktan yang lebih rendah, ada harga mahal yang harus dibayar oleh kesehatan mesin motor.

Risiko Nyata Memaksa Motor Matic Mengonsumsi Pertalite

Migrasi dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat pengeluaran harian justru berpotensi memicu kerugian finansial yang lebih besar di masa depan akibat kerusakan mekanis. Berikut adalah risiko utamanya

  • Fenomena Knocking (Mesin Ngelitik):

Karena oktan Pertalite terlalu rendah untuk kompresi tinggi, bensin akan terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api.

Akibatnya, muncul suara ketukan (ngelitik) pada mesin yang lambat laun bisa merusak piston dan dinding silinder.

  •  Performa Lemot dan Boros BBM:

Pembakaran yang tidak sempurna membuat tenaga motor matic Anda terasa loyo dan berat saat digas.

Load More