Otomotif / Motor
Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:47 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari berharta Rp16,1 miliar, tapi hanya memiliki Toyota Agya 2021.
  • Sebagian besar kekayaannya diinvestasikan pada aset properti di Jakarta Pusat dan Depok senilai Rp8,1 miliar.
  • Agustina adalah auditor ahli dengan rekam jejak panjang di BPKP dan berbagai sertifikasi internasional.

Suara.com - Nama Agustina Arumsari belakangan ini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, Presiden Prabowo Subianto baru saja menunjuknya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dan pada 15 Juni 2026, ia juga resmi mengemban tugas sebagai juru bicara BGN.

Di balik karier menterengnya di dunia pemerintahan, ada satu fakta menarik yang mencuri perhatian, terutama bagi para pencinta otomotif.

Dengan total harta kekayaan yang menembus angka Rp16,1 miliar, isi garasi Agustina ternyata jauh dari kesan mewah. Tidak ada deretan SUV premium atau mobil Eropa berharga miliaran di sana.

Berikut adalah ulasan profil kekayaan dan isi garasi Agustina Arumsari yang mencuri perhatian.

Anomali di Balik Garasi Sang Pejabat: Setia dengan Mobil LCGC

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per tahun 2025, aset transportasi yang dilaporkan oleh Agustina bisa dibilang sangat "merakyat" untuk ukuran seorang pejabat tinggi negara.

  • Hanya Punya Satu Mobil: Agustina melaporkan hanya memiliki satu unit kendaraan roda empat di garasinya.
  • Jenis Kendaraan: Toyota Agya keluaran tahun 2021.
  • Nilai Kendaraan: Rp125.000.000 (Rp125 juta).
  • Sumber Dana: Dibeli menggunakan hasil sendiri.
Toyota Agya. [Dok. Antara]

Mobil Low Cost Green Car (LCGC) ini nilainya bahkan tidak mencapai 0,8 persen dari total kekayaan bersihnya.

Keputusan untuk menggunakan mobil fungsional dan ekonomis sebagai kendaraan harian tentu menjadi anomali di tengah tren gaya hidup pejabat yang sering kali lekat dengan kendaraan mewah.

Aset Tanah dan Bangunan Mendominasi Kekayaan

Baca Juga: Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Jika garasinya hanya diisi oleh mobil LCGC senilai ratusan juta, lalu ke mana larinya harta belasan miliar milik Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini?

Aset terbesar Agustina ternyata dialokasikan pada instrumen properti. Total nilai tanah dan bangunannya mencapai Rp8.182.431.000 (Rp8,1 miliar) yang tersebar di Jakarta Pusat dan Depok. Berikut rincian aset properti utamanya:

  • Tanah dan Bangunan Termahal (Jakarta Pusat): Seluas 150 meter persegi dengan nilai Rp5,3 miliar.
  • Tanah dan Bangunan Kedua (Depok): Seluas 300 meter persegi dengan nilai Rp2 miliar.
  • Tanah dan Bangunan Ketiga (Jakarta Pusat): Senilai Rp825 juta.

Selain properti, Agustina juga menyimpan kekayaannya dalam bentuk:

  • Kas dan Setara Kas: Rp6.004.597.426 (Rp6 miliar)
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp2.100.331.264 (Rp2,1 miliar)
  • Surat Berharga: Rp1,5 miliar

Total kekayaan kotornya dikurangi dengan utang sebesar Rp1.749.815.968 (Rp1,7 miliar), sehingga kekayaan bersih yang dilaporkannya mencapai Rp16.162.543.722.

Rekam Jejak Mentereng di Dunia Investigasi

Kesederhanaan isi garasi Agustina mungkin sejalan dengan latar belakang pekerjaannya yang lekat dengan dunia audit dan pengawasan.

Lulusan D3 dan D4 dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini merupakan sosok yang sangat disegani di ranah investigasi keuangan.

Ia adalah Wakil Kepala perempuan pertama di BPKP sejak lembaga itu berdiri pada 1983. Ia juga mengantongi deretan sertifikasi elit tingkat internasional dan nasional, seperti:

  • Certified Fraud Examiner (CFE)
  • Certified Forensic Auditor (CFrA)
  • Chartered Accountant (CA)
  • Qualified Internal Auditor (QIA)

Di balik reputasinya sebagai "tangan besi" di bidang audit dan investigasi negara, ia tetap menunjukkan profil yang membumi lewat pilihan tunggangannya sehari-hari. Sebuah kontras yang menarik di panggung birokrasi Indonesia!

Load More