- Harga Hyundai Ioniq 5 bekas di Indonesia kini turun drastis menjadi kisaran 260 hingga 300 jutaan rupiah.
- Penurunan harga tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah serta banyaknya persaingan dari produsen mobil listrik Tiongkok.
- Calon pembeli perlu memperhatikan biaya perawatan komponen baterai yang mahal serta waktu tunggu perbaikan cukup lama.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya belum merasakan penurunan performa yang signifikan selama pemakaian rutin tersebut.
Namun, bagi calon pembeli unit bekas, aspek pemeliharaan tetap harus menjadi perhatian utama agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
Komponen baterai adalah bagian yang paling krusial sekaligus mahal. Koh Lung Lung dari Dokter Mobil membagikan pengalamannya saat menangani unit Ioniq 5 yang mengalami kecelakaan sehingga terjadi kerusakan fisik pada bagian pelindung baterai.
Ia memberikan peringatan keras bahwa perbaikan komponen tertentu bisa sangat menguras kantong.
"Mau pesan dari Hyundai Korea, plat penutupnya saja itu harganya bisa sampai 50 juta rupiah dan indennya bisa 4 sampai 6 bulan,".
Penurunan harga yang drastis ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan pengurangan PPN dari pemerintah dan masuknya berbagai merek EV baru yang menawarkan harga sangat kompetitif di kisaran 400 jutaan.
Hal ini menciptakan peluang bagi konsumen yang mendambakan kenyamanan suspensi dan handling khas mobil global namun dengan budget terbatas.
Ioniq 5 menawarkan fitur unggulan seperti Vehicle-to-Load (V2L) yang bisa mengubah mobil menjadi sumber listrik berjalan, sebuah fitur yang sangat berguna untuk gaya hidup modern saat ini.
Dengan riset yang tepat dan pengecekan kondisi unit secara detail, memiliki EV kelas atas kini bukan lagi sekadar impian mahal.
Baca Juga: Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
Berita Terkait
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?
-
Baru Sebulan Meluncur Pemesanan Chery Q Langsung Tembus 3000 Unit
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?
-
Honda Vario Evo 160 Meluncur Tanpa Fitur RoadSync Ternyata Ini Alasan AHM