Otomotif / Mobil
Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00 WIB
Hyundai Ioniq 5. (Hyundai Mobil)
Baca 10 detik
  • Harga Hyundai Ioniq 5 bekas di Indonesia kini turun drastis menjadi kisaran 260 hingga 300 jutaan rupiah.
  • Penurunan harga tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah serta banyaknya persaingan dari produsen mobil listrik Tiongkok.
  • Calon pembeli perlu memperhatikan biaya perawatan komponen baterai yang mahal serta waktu tunggu perbaikan cukup lama.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya belum merasakan penurunan performa yang signifikan selama pemakaian rutin tersebut.

Namun, bagi calon pembeli unit bekas, aspek pemeliharaan tetap harus menjadi perhatian utama agar tidak menjadi beban di kemudian hari.

IONIQ 5 sedang menjalani test drive di GIIAS 2024. [Suara.com/Alfian Winanto]

Komponen baterai adalah bagian yang paling krusial sekaligus mahal. Koh Lung Lung dari Dokter Mobil membagikan pengalamannya saat menangani unit Ioniq 5 yang mengalami kecelakaan sehingga terjadi kerusakan fisik pada bagian pelindung baterai.

Ia memberikan peringatan keras bahwa perbaikan komponen tertentu bisa sangat menguras kantong.

"Mau pesan dari Hyundai Korea, plat penutupnya saja itu harganya bisa sampai 50 juta rupiah dan indennya bisa 4 sampai 6 bulan,".

Penurunan harga yang drastis ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan pengurangan PPN dari pemerintah dan masuknya berbagai merek EV baru yang menawarkan harga sangat kompetitif di kisaran 400 jutaan.

Hal ini menciptakan peluang bagi konsumen yang mendambakan kenyamanan suspensi dan handling khas mobil global namun dengan budget terbatas.

Ioniq 5 menawarkan fitur unggulan seperti Vehicle-to-Load (V2L) yang bisa mengubah mobil menjadi sumber listrik berjalan, sebuah fitur yang sangat berguna untuk gaya hidup modern saat ini.

Dengan riset yang tepat dan pengecekan kondisi unit secara detail, memiliki EV kelas atas kini bukan lagi sekadar impian mahal.

Baca Juga: Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?

Load More