Otomotif / Mobil
Kamis, 02 Juli 2026 | 13:47 WIB
Honda Brio. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
Baca 10 detik
  • Penjualan wholesales Honda di Indonesia periode Januari hingga Mei 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025.
  • Honda Brio masih menjadi kontributor utama penjualan meski volume pasarnya merosot drastis dibanding periode yang sama sebelumnya.
  • Honda mulai mengalihkan fokus ke kendaraan hybrid dan listrik di tengah pelemahan performa pada segmen mobil bensin.

Suara.com - Data wholesales GAIKINDO Januari–Mei 2026 menunjukkan penurunan signifikan pada penjualan Honda dibanding periode yang sama tahun 2025.

Hampir semua lini produk utama mengalami penurunan, dengan Honda Brio tetap menjadi tulang punggung penjualan meski volumenya ikut merosot.

Honda Prospect Motor sebagai pemegang merek di Indonesia masih sangat bergantung pada Honda Brio Satya dan Brio RS.

Kedua varian ini menyumbang mayoritas penjualan, sementara model lain seperti HR-V, WR-V, dan BR-V menunjukkan tren melemah.

Penurunan terjadi sepanjang Januari–Mei 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, angka wholesales Honda turun cukup tajam. Misalnya, Brio Satya yang sebelumnya mencatat 16.032 unit, kini hanya 10.844 unit.

Dampak paling terasa ada di segmen LCGC dan LSUV. Brio Satya sebagai mobil LCGC masih mendominasi, tetapi penurunan varian E CVT membuat total volume turun. Sementara di segmen LSUV, Honda BR-V anjlok dari 3.286 unit (2025) menjadi hanya 497 unit (2026).

Honda Brio Satya (Honda)

Penurunan ini menunjukkan Honda terlalu nyaman bergantung pada Brio. Ketika varian Brio melemah, seluruh portofolio ikut terdampak.

  • Brio Satya: Varian S MT naik (1.904 unit), tapi E MT dan E CVT turun drastis.
  • Brio RS: Turun dari 1.920 unit (2025) menjadi hanya 898 unit (2026).
  • HR-V: Fokus bergeser ke Hybrid e:HEV, dengan RS e:HEV menyumbang 2.232 unit dari total 2.968 unit.
  • WR-V: Relatif stabil, turun tipis dari 2.823 unit ke 2.702 unit.
  • BR-V: Penurunan paling tajam, hanya 497 unit.

Honda tampaknya mulai menggeser fokus ke kendaraan ramah lingkungan.

  • Hybrid: HR-V RS e:HEV jadi tulang punggung SUV menengah.
  • Mobil listrik: Honda E:N1 naik tipis dari 36 unit ke 43 unit.
  • Model baru: Prelude Hybrid muncul dengan 20 unit di Mei 2026.

Namun, tanpa diversifikasi kuat di segmen populer, Honda berisiko kehilangan momentum. Ketergantungan pada Brio membuat performa merek ini rapuh ketika varian utama melemah.

Baca Juga: Resmi Ngaspal di Jogja Mulai Rp29 Jutaan, Ini Ubahan Radikal Vario Evo 160 yang Bikin Terpesona

Bagi konsumen, tren ini berarti pilihan Honda semakin terbatas di segmen bensin murni. Honda lebih mendorong hybrid dan EV, tapi harga dan ketersediaan bisa jadi tantangan.

Sementara itu, Brio tetap menjadi pilihan utama masyarakat, meski penjualannya menurun.

Load More