- Mobil era 90-an kembali populer karena desain timeless dan kualitas material bodi yang kokoh bagi para kolektor.
- Pakar otomotif Fitra Eri menekankan pentingnya perawatan mesin dan kondisi fisik sebelum membeli mobil tua tersebut.
- Mitsubishi Eterna menjadi pilihan menarik dengan performa mesin 2.0L bertenaga serta harga bekas yang sangat terjangkau.
Karena performanya yang gahar di balik tampilan yang sederhana, Eterna sering dijuluki sebagai "mobil sleeper".
Selain performa, aspek ekonomi menjadi alasan kuat mengapa Eterna sangat layak dilirik saat ini. Harga bekas Mitsubishi Eterna kini sudah sangat terjangkau, bahkan lebih murah dibandingkan harga motor matic bongsor keluaran terbaru.
Untuk unit dengan kondisi paling murah, harga di pasar mobil bekas bisa dimulai dari angka Rp11,5 juta saja, tapi tentu dalam kondisi banyak PR.
Sementara untuk unit produksi tahun 1993 yang merupakan tahun terakhirnya, harganya berkisar di angka Rp35 juta hingga Rp40 juta.
Menariknya lagi, pajak tahunan mobil ini tergolong sangat ramah di kantong. Karena nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) yang sudah rendah, pajaknya seringkali berada di bawah angka Rp1 juta, bahkan ada yang hanya sekitar Rp351 ribu per tahun.
Meski begitu, calon pembeli harus siap dengan konsumsi BBM yang sedikit boros, yaitu sekitar 8-10 km/liter untuk pemakaian dalam kota.
Perlu diingat juga bahwa sebagai mobil lawas, perawatan rutin pada komponen seperti servo, idle speed control, serta kaki-kaki menjadi hal wajib agar mobil tetap nyaman digunakan.
Dengan segala fiturnya seperti power window, electric mirror, hingga kabin yang kedap suara, Mitsubishi Eterna menawarkan kemewahan era 90-an yang sulit didapatkan pada mobil murah zaman sekarang.
Baca Juga: Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
Berita Terkait
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung
-
Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin
-
Update Klasemen Moto3 Junior M Kiandra Ramadhipa Terpaut Sembilan Poin dari Puncak
-
Ada Lebih dari 10 Varian, Ini Beda Harga dan Fitur Yamaha Nmax Turbo dan Nmax 155
-
5 Motor Irit Bensin, Hemat Servis dan Anti Ngebut: Pas buat Pelajar, Orang Tua Bebas Risau