- Oli mesin asli berperan penting dalam menjaga performa dan melindungi komponen kendaraan dari gesekan serta keausan.
- Maraknya peredaran oli palsu membuat konsumen perlu lebih teliti karena penggunaan produk palsu berisiko merusak mesin dalam jangka panjang.
- Simak ciri-ciri oli asli dan palsu yang wajib diketahui agar tidak salah memilih saat membeli.
Warna oli baru umumnya terlihat lebih jernih atau cerah sesuai karakteristik masing-masing merek dan jenis oli. Sebaliknya, oli palsu sering tampak lebih keruh, lebih gelap, atau memiliki warna yang tidak wajar.
6. Cium aroma oli
Oli asli biasanya memiliki aroma khas pelumas yang normal dan tidak menyengat. Jika tercium bau yang tidak biasa, menyengat, atau mengindikasikan adanya campuran bahan lain, sebaiknya jangan gunakan produk tersebut pada kendaraan.
7. Waspadai harga yang terlalu murah
Harga yang jauh di bawah pasaran bisa menjadi salah satu tanda bahwa produk tersebut perlu dicurigai.
Sebaiknya bandingkan terlebih dahulu dengan harga resmi dari produsen atau distributor sebelum membeli.
8. Beli di bengkel atau toko resmi
Cara paling aman untuk mendapatkan oli asli adalah membeli di bengkel resmi, distributor resmi, atau toko tepercaya. Dengan begitu, risiko memperoleh produk palsu dapat diminimalkan dan kualitas oli lebih terjamin.
Risiko Menggunakan Oli Palsu untuk Kendaraan
Oli mesin memiliki fungsi penting untuk melumasi komponen, mengurangi gesekan, membantu mendinginkan mesin, serta menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Baca Juga: Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan
Jika menggunakan oli palsu yang kualitasnya tidak sesuai standar, perlindungan terhadap mesin menjadi berkurang dan risiko kerusakan pun meningkat.
Merangkum laman Astra Honda, ini adalah beberapa risiko menggunakan oli palsu untuk kendaraan:
1. Mempercepat keausan komponen mesin
Oli palsu umumnya tidak memiliki formulasi dan aditif yang sesuai standar pabrikan sehingga kemampuan melumasinya lebih rendah. Akibatnya, gesekan antarkomponen mesin meningkat dan mempercepat keausan pada piston, silinder, hingga bearing.
2. Menurunkan performa mesin
Pelumasan yang tidak optimal membuat kerja mesin menjadi lebih berat. Dampaknya, akselerasi terasa kurang responsif, suara mesin lebih kasar, dan performa kendaraan dapat menurun seiring waktu.
3. Mesin lebih cepat panas (overheat)
Selain melumasi, oli juga membantu menyerap dan melepaskan panas dari komponen mesin. Jika kualitas oli tidak memadai, proses pendinginan menjadi kurang efektif sehingga suhu mesin lebih mudah meningkat dan berisiko mengalami overheat.
4. Muncul endapan atau lumpur pada mesin
Oli palsu dapat lebih cepat teroksidasi atau meninggalkan endapan karena kualitas bahan dasar dan aditifnya tidak sesuai standar. Endapan tersebut dapat menyumbat saluran oli sehingga sirkulasi pelumas menjadi terganggu.
5. Umur mesin menjadi lebih pendek
Keausan yang terus terjadi akibat pelumasan yang buruk dapat mengurangi usia pakai mesin. Jika dibiarkan, kerusakan pada komponen internal bisa semakin parah dan membutuhkan perbaikan besar seperti overhaul atau turun mesin.
6. Konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih boros
Gesekan antarkomponen yang meningkat membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk bekerja.
Kondisi ini berpotensi mengurangi efisiensi mesin sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan oli asli yang sesuai spesifikasi.
7. Biaya perawatan kendaraan meningkat
Meskipun harga oli palsu biasanya lebih murah, kerusakan yang ditimbulkan justru dapat membuat biaya servis membengkak. Penggantian komponen mesin yang aus atau rusak tentu jauh lebih mahal dibandingkan membeli oli original sejak awal.
8. Garansi kendaraan berpotensi bermasalah
Pabrikan kendaraan umumnya merekomendasikan penggunaan oli yang memenuhi spesifikasi tertentu.
Penggunaan oli palsu atau yang tidak sesuai spesifikasi dapat menimbulkan kendala saat proses klaim garansi apabila terbukti menjadi penyebab kerusakan mesin.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester 1: Ini Daftar Mobil Terlaris Toyota
-
Bahaya Mengintai Pemilik Mobil yang Menunda Blokir STNK Setelah Kendaraan Berpindah Tangan
-
Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester 1: Seberapa Laku Mitsubishi? 7 Seater Jadi Andalan
-
Perjalanan Satu Tahun Suzuki Fronx Melampaui Target Penjualan
-
Pemesanan JETOUR T1 dengan Harga Khusus Tembus 800 Unit Dalam Sebulan
-
Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia
-
Ini Ciri Mobil Butuh Servis Rutin Meski Belum Mogok
-
GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobi Baru Asal China
-
Motor Laki 'Empuk' Nggak Bikin Sakit Punggung, Ini 5 Opsinya