Pabrik Baterai PT CATIB di Karawang Sudah Beroperasi Meski Belum Diresmikan Presiden Prabowo

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:05 WIB
Pabrik sel baterai PT CATIB berkapasitas 6,9 GWh di Karawang telah rampung dan beroperasi bertahap per Agustus 2026. [Antara]
  • Pabrik sel baterai PT CATIB berkapasitas 6,9 GWh di Karawang telah rampung dan beroperasi bertahap.
  • Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menyatakan peresmian pabrik menunggu jadwal resmi Presiden Prabowo Subianto.
  • Proyek senilai sekitar Rp7 triliun tersebut menyerap sekitar 3.000 pekerja serta menggunakan pembangkit listrik tenaga surya.

Suara.com - Pabrik sel baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) yang berkapasitas 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sudah rampung dan bahkan sudah mulai beroperasi.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika di Jakarta, Jumat (21/8/2026) mengatakan pabrik baterai yang dibangun bersama oleh Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium CATL-Brunp-Lygend (CBL) akan segera diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Insyaallah, kayaknya sudah (rampung), ya. (Peresmiannya) tinggal tunggu jadwal Pak Presiden,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM.

Erani juga menegaskan bahwa pabrik tersebut sudah mulai beroperasi secara bertahap.

“Sudah mulai beroperasi, walaupun mungkin masih bertahap, ya. Tapi sudah mulai beroperasi,” ucap Erani.

Presiden Prabowo meletakkan batu pertama pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH) di Karawang pada Juni 2025 lalu.

Pada awal Februari 2026, Director of Corporate Public Affair PT CATIB Bayu Hermawan menyampaikan pengembangan pabrik baterai EV itu berkapasitas 6,9 GWh dengan nilai investasi kurang lebih Rp7 triliun.

Komitmen untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan juga diutarakan oleh Bayu melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 18 MWh dalam kegiatan operasionalnya.

Adapun estimasi jumlah tenaga kerja yang akan diserap saat pabrik tersebut mulai beroperasi mencapai kurang lebih 3000 pekerja.

Sebelumnya pada Mei lalu Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif mengatakan pabrik baterai CATIB akan memasok baterai kendaraan dan energy storage system (ESS).

Ia mengatakan pada awalnya pabrik tersebut akan memproduksi baterai jenis LFP yang kini menguasai pasar Indonesia dan baterai berbasis nikel.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com