News / Nasional
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:04 WIB
Bupati Non-aktif Pekalongan Fadia Arafiq saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (21/8/2026). (ANTARA/I.C. Senjaya)
Baca 10 detik
  • Ajudan bupati Bupati nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq mengungkap uang dari kepala OPD dibagikan kepada tim sukses.
  • Kasubag Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan menyetorkan uang tunai titipan kepala OPD ke rekening Fadia mencapai Rp2 miliar.
  • Fadia membantah tudingan tersebut dan menyatakan dana itu juga dibagikan kepada ASN.

Suara.com - Saksi dalam sidang dugaan korupsi Bupati nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq mengungkap uang pemberian dari sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dibagikan kepada anggota tim sukses bupati saat Pilkada.

Hal itu disampaikan Aji Setiawan, ajudan Bupati Pekalongan, saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (21/8/2026).

Aji mengaku menerima uang dari sejumlah kepala OPD maupun melalui utusannya. Uang tersebut berkaitan dengan kebutuhan tunjangan hari raya (THR) dan akhir tahun.

Menurut Aji, setelah menerima uang tersebut, dirinya melapor kepada Fadia dan diminta menyimpannya terlebih dahulu.

Sebagian uang kemudian digunakan untuk membeli sembako dan parsel bagi tim pemenangan bupati.

"Untuk membeli sembako dan parsel tim pemenangan bupati," ungkap Aji.

Selain itu, uang pemberian kepala OPD disebut dibagikan langsung kepada anggota timses Fadia. Namun, Aji mengaku tidak mengetahui jumlah pasti seluruh uang yang diterimanya.

Kesaksian serupa disampaikan Kasubag Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan Dewi Septriana Kumalasari. Ia mengaku pernah menerima titipan uang THR dan akhir tahun dari kepala OPD untuk Fadia.

"Orang dinas nitip untuk bupati, lewat utusan," katanya.

Baca Juga: Tak Dibawa KPK ke Jakarta! Warek Unsoed Prof Noor Farid Masih Terlihat Santai dan Guyon di Kampus

Dewi juga mengaku beberapa kali diminta menyetorkan uang tunai ke rekening Fadia. Total uang yang pernah disetorkannya disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar.

"Diberi uang tunai, kemudian diminta menyetorkan ke rekening bupati. Tidak tahu dari mana asal uangnya," katanya.

Menanggapi kesaksian tersebut, Fadia membantah jika uang yang diberikan hanya diperuntukkan bagi tim pemenangan. Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN) juga menerima pemberian tersebut.

"ASN juga dapat, tidak hanya untuk tim pemenangan," katanya.

Fadia juga mengaku tidak pernah mengambil uang titipan dari para pimpinan OPD. Ia bahkan menyebut harus mengeluarkan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan pemberian.

"Bahkan saya harus 'nombok" banyak," tambahnya.

Menurut Fadia, jumlah parsel yang harus disiapkan saat Lebaran mencapai 3.700 paket dengan nilai sekitar Rp1 miliar. (Antara)

Load More