- Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa baterai nikel lebih unggul daripada LFP untuk jarak jauh.
- Pakar otomotif menjelaskan bahwa baterai LFP juga mampu menempuh jarak jauh dan memiliki harga lebih murah.
- Baterai nikel unggul dalam densitas energi, sementara LFP unggul dalam aspek keselamatan serta masa pakai.
Pernyataan Bahlil: Baterai Nikel Lebih Paten untuk Jarak Jauh
Suara.com - Sektor kendaraan listrik (EV) tengah diramaikan oleh perdebatan hangat mengenai dua jenis baterai utama: NMC yang berbasis nikel, dan LFP yang berbasis besi fosfat.
Isu ini semakin memanas di Indonesia setelah Menteri Investasi saat itu, Bahlil Lahadalia, melontarkan pernyataan yang cukup berani mengenai keunggulan baterai nikel dibandingkan LFP.
Awal Agustus 2026, Bahlil menegaskan ke awak media bahwa baterai berbasis nikel (NMC) jauh lebih mumpuni dibandingkan LFP.
"Yang jarak-jarak pendek itu LFP biasanya tapi kalau yang jarak panjang itu nikel masih lebih paten jadi kalian jangan terprovokasi," ungkapnya.
Bahlil juga menyangkutpautkan masalah harga dengan kualitas baterai.
"Jangan ada mengatakan bahwa oh ini LFP lebih murah... ya namanya barang pendek ya murahlah, kalau barang bagus mana ada yang murah".
Oleh karena itu, ia mendorong agar ekosistem baterai mobil di Indonesia sepenuhnya diarahkan menggunakan teknologi NMC, mengingat Indonesia kaya akan bahan baku nikel.
Bahkan, pemerintah berencana mengatur penggunaan baterai nikel ini melalui berbagai strategi, seperti kebijakan insentif, karena saat ini banyak pabrikan mobil listrik asal Cina yang masuk ke Indonesia memakai baterai jenis LFP.
Cek Fakta Pernyataan Bahlil
Pernyataan Bahlil tersebut perlu diuji dengan data teknis dari para ahli otomotif. Suara.com pun mengambil acuran dari Electrifying dan pabrikan mobil listrik Chery Indonesia.
Apakah benar baterai LFP hanya untuk jarak pendek dan kalah kelas?
Secara ilmiah, NMC merupakan singkatan dari Nikel, Mangan, dan Kobalt, yang merupakan logam utama pembuat katode (bagian kutub positif baterai).
Sementara LFP adalah singkatan dari Lithium Iron Phosphate atau litium besi fosfat.
Terkait klaim Bahlil bahwa baterai LFP hanya untuk jarak pendek, fakta di lapangan menunjukkan perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Memang benar bahwa secara umum LFP memiliki densitas energi (kemampuan menyimpan energi dalam kapasitas ukuran tertentu) yang lebih rendah dibandingkan NMC.
Namun, klaim bahwa LFP hanya untuk jarak pendek mulai bergeser dan kini banyak beredar mobil dengan jarak tempuh jauh, meski pada akhirnya bobot kendaraan tersebut jadi lebih "membengkak".