- Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia mencatat penjualan domestik telah mencapai sekitar 5,16 juta unit hingga September 2026 di Jakarta.
- Ketua Umum AISI Thomas Wijaya menargetkan total penjualan nasional akhir tahun 2026 mencapai kisaran 6,5 hingga 6,7 juta unit.
- Pencapaian target tersebut akan menciptakan rekor penjualan sepeda motor tertinggi di Indonesia setelah tahun 2015.
Suara.com - Penjualan sepeda motor di pasar domestik Indonesia terus mencatatkan tren positif. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), volume penjualan nasional hingga September 2026 telah menembus angka sekitar 5,16 juta unit.
Capaian ini menjadi kabar baik di tengah ketidakpastian ekonomi global serta dinamika industri kendaraan roda empat yang sedang menghadapi tantangan. AISI optimistis dapat mempertahankan ritme pertumbuhan positif ini hingga penutupan tahun.
“Tahun lalu (penjualan motor) kurang lebih 6,4 jutaan (unit). Maka tahun ini kami harapkan bisa bertahan di kisaran 6,5 juta sampai 6,7 juta unit,” kata Thomas Wijaya, Ketua Umum AISI di Jakarta, baru-baru ini.
Untuk mendongkrak penjualan, berbagai langkah strategis terus dilakukan oleh para produsen. Salah satunya adalah pemanfaatan pameran otomotif berskala nasional seperti Indonesia International Motorcycle Show (IMOS) 2026 yang diikuti oleh anggota asosiasi menjelang akhir tahun.
Jika target tersebut tercapai, volume penjualan motor nasional tahun ini akan mengukir sejarah baru dalam dekade terakhir.
“Kalau di atas 6,5 juta unit, berarti tertinggi setelah 2015. Tahun ini mencapai rekor baru,” kata Thomas.
AISI menilai fondasi ekonomi nasional selama sembilan bulan pertama tahun 2026 masih solid. Thomas menyebutkan bahwa tingkat inflasi yang terjaga di kisaran tiga persen berhasil memelihara daya beli dan resiliensi masyarakat.
Sebagai pembanding, penjualan motor domestik pada 2025 lalu ditutup di angka 6.412.769 unit atau tumbuh 1,3 persen dari tahun 2024. Rata-rata transaksi bulanan mencapai 535.000 unit, mengindikasikan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sepeda motor.
Dukungan sektor pembiayaan atau leasing juga memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas pasar. Skema kredit masih menjadi metode pembayaran paling diminati dengan porsi mencapai 65 persen dari total transaksi pembelian motor di tanah air.