Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Sukamiskin Dilatih Konversi Kendaraan Listrik dan Menulis

Kamis, 05 November 2026 | 12:28 WIB
Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) menggandeng Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Bandung untuk menjalankan program pembinaan konversi EV. (Ist)
BACA 10 DETIK
  • Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti meluncurkan program SukaEV di Lapas Sukamiskin Bandung pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Warga binaan mendapatkan pelatihan keterampilan teknis konversi sepeda listrik dan kelas literasi menulis guna persiapan kerja.
  • Kegiatan kerja sama jangka panjang ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman dan peluncuran unit perdana sepeda.

Suara.com - Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) menggandeng Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Bandung untuk menjalankan program pembinaan bagi warga binaan melalui pelatihan konversi sepeda listrik dan literasi menulis.

Program tanggung jawab sosial bertajuk SukaEV tersebut resmi diluncurkan pada Jumat (30/10/2026) di Lapas Kelas I Sukamiskin.

Pelatihan difokuskan pada pengembangan keterampilan teknis konversi sepeda listrik serta kemampuan menulis yang ditujukan bagi warga binaan.

Peluncuran program dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin Dr. Tr. Nanank Syamsudin, A.Md.IP., S.Sos., M.H., jajaran petugas pemasyarakatan, serta perwakilan warga binaan yang menjadi peserta angkatan pertama.

Pelatihan konversi sepeda listrik dipilih seiring berkembangnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Melalui program tersebut, peserta dibekali pengetahuan dasar mekanik dan kelistrikan yang dapat dimanfaatkan sebagai keterampilan kerja setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Selain pelatihan teknis, program juga mencakup kelas literasi melalui kegiatan SukaTulis. Kelas ini dirancang untuk membantu warga binaan mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menjadi sarana mengekspresikan pengalaman dan refleksi pribadi.

Dalam sambutannya, Julian Bongsoikrama mengatakan setiap individu berhak memperoleh kesempatan untuk membangun kembali masa depannya.

"Kami di Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti memegang teguh prinsip bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua. Kesalahan di masa lalu tidak seharusnya menutup pintu masa depan. Melalui program SukaEV dan pelatihan menulis ini, kami hadir untuk memastikan mereka memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi modal berharga sekaligus jembatan untuk kembali diterima di tengah masyarakat," tegas Julian.

Program tersebut mendapat sambutan dari pihak Lapas Sukamiskin yang menilai pelatihan dapat mendukung pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada siang hingga sore hari itu, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti dan Lapas Kelas I Sukamiskin juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama jangka panjang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran simbolis unit perdana sepeda SukaEV yang disaksikan oleh para warga binaan. Kegiatan ditutup dengan pemaparan kurikulum pelatihan kelistrikan, pengenalan modul kelas menulis, serta pertukaran cendera mata antara kedua institusi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com