SuaraPekanbaru.id- Seorang wanita yang mengklaim dirinya menjadi korban penipuan dari salah seroang public figure bernama menajdi sorotan.
Kabar kurang sedang datang menyeret nama Fuji yang dituding sudah melakukan penipuan. Fuji seorang publik figur yang telah punya penggamar yang banyak.
Seorang wanita bernama Dea Nata dalam kanal YouTube Mr. Bert mengaku, kalau dia menjadi korban penipuan yang dituding dilakukan oleh Fuji.
Dia menjelaskan tentang awal mulanya kenapa merasa dirinya tertipu oleh Fuji.
Video tersebut turut diunggah ulang oleh akun gosip @lambe_danu. Bahkan video ini sampai menjadi perbincangan publik di media sosial Instagrtam.
Wanita yang secara tiba-tiba muncul dan menganggap dirinya sebagai korban penipuan, memberikan pengakuan melihat Fuji yang terkenal selebgram. Dia melihat kalau Fuji sedang mempromosikan sebuah akun online shop.
Menurut Dea, Fuji mengatakan kalau akun online shop itu milik rekannya.
"Gimana caranya kamu bisa ditipu sama artis yang followersnya 12 juta (Fuji)," begitu pertanyaan Mr. Bert dikutip dari kanal YouTube, Senin (13/3/2023).
“Awalnya kan buka Instagramnya Fuji, artis ini. Dia bilang kalau temannya lagi jualan," timpa wanita tersebut.
Apa yang dilihat Dea Nata merasa kalau dirinya sudah tergiru, dengan online shop yang diduga adalah milik teman Fuji atau Fujianti Utampi Putri.
Kemudian wanita tersebut mengatakan, membeli tiga buah iPhone senilai Rp17,4 juta.
Adapun niatan wanita tersebut membeli ponsel tersebut, untuk dijual kembali olehnya. Karena Fuji mengatakan kalau online shop itu milik temannya, maka dia tidak ragu lagi untuk membeli di online shop tersebut.
Namun usai melakukan pembyaran terkait dengan resi barang tidak kunjung diberikan. Bahkan kata dia, chat terhadap si pemilik online shop itu tidak dibalas. AKun Instagram pun sudah di blokir.
"Aku belinya kan Minggu. Aku bingung Senin kok belum ada resinya. Lalu Senin itu aku tanya 'kak udah dikirim kah? boleh minta resinya gak' tapi nggak dibalas, cuman di read saja. Terus aku lihat IG nya kalau aku sudah diblock," ungkapnya.
Merasa menjadi korban penipaun, Dea pun mencoba menghubungi Fuji dan pihak manajemennya.
Tag
Berita Terkait
-
Aldilla Jelita Ungkap Fakta Mengejutkan, Singgung 3 Poin Dasar Mantap Gugat Cerai Indra Bekti
-
Bocah 19 Tahun Ini Berani Gelar Aksi Tipu-Tipu Jual Tiket Konser BLACKPINK, Audi Marissa Jadi Korbannya
-
Suami Sri Mulyani Punya Moge Tapi Dilrang Istri Buat Naik dan Pamer, Suara Menkeu Tinggi Saat Ditanya Hal Ini
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas