SuaraPekanbaru.id - Kabag Prokopim Setdako Pekanbaru mengatakan, akun WhatsApp yang mengatasnamakan Sekda Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, dengan nomor 0895-3342- 58500, adalah palsu.
Katanya, Sekda Kota Pekanbaru tidak memiliki dan tidak mengelola akun WhatsApp dengan nomor tersebut.
Hal itu dikatakannya karena telah beredar akun WhatsApp yang mengatasnamakan Sekda Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution dengan nomor tersebut.
Inti dari isi akun palsu yang beredar itu informasi tentang bantuan tempat ibadah.
Tentu saja, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Indra Pomi S.T M.Si membantahnya. Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati.
‘’Ada oknum mengatasnamakan saya yang menyebarkan hoax (informasi palsu atau bohong). Tak jelas maksudnya, namun itu penipuan, kita semua harus berhati-hati," kata Indra Pomi dikutip Suara Pekanbaru dari Portal Resmi Pemerintah Kota Pekanbaru, Kamis 16 Maret 2023.
Dia meminta semua pihak waspada karena informasi palsu itu menggunakan susunan kalimat yang urut.
Pesan pertama berisi perkenalan diri, selanjutnya meminta foto kondisi tempat ibadah berikut nomor rekening lembaga dan Foto KTP pengurus Masjid.
Kemudian, penyebar hoax ini meminta penerima pesan untuk mengirim data-data terlampir seperti di atas ke nomor WA 0895-3342- 58500.
Baca Juga: Pacaran dengan Gadun, Ela Lala Akui Hypersex: Belum Ketemu Lawan Sebanding
Indra mengatakan agar penerima pesan tidak melakukan transaksi dalam bentuk apapun.
"Kalau ada permintaan dana atau uang jangan ditanggapi, jelas itu penipuan. Tingkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan,” ujarnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!
-
Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun