SuaraPekanbaru.id- Terkait polemik soal transaksi keuangan yang dinilai mencurigakan, pihak
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengklaim sudah mengirimkan sejumlah surat ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dia sudah menerima atas surat yang diserahkan dari PPATK. Hal itu mengenai transaksi keuangan dengqan nilai Rp349,87 triliun, yang patut diduga adanya terindikasi terhadap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Sri Mulyani mengatakan kalau dirinya sudah meminta kepada jajarannya, untuk menilisik lebih dalam terhadap semua daftar 300 surat, termasuk nilai transaksi yang dikirimkan oleh PPATK.
Sri Mulyani menekankan dari surat itu, ada contoh kasus yang begitu menonjol. Nilai transaksinya mencapai Rp 189,27 triliun.
Yang dimaksud Sri Mulyani dalam transaksi menonjol itu adalah, berkaitan dengan ekspor impor emas juga money changer dari 15 entitas perusahaan.
"Contoh kasus yang sangat menonjol yaitu surat PPATK nomer SR/205/PR.01/V/2020 tertanggal 19/05/2020 dengan nilai transaksi sangat besar yaitu Rp 189,27 triliun dari 15 entitas perusahaan," ucap Sri Mulyani di postingan akun Instagramnya @smindrawati, dikutip Selasa (21/3/2023).
Sri Mulyani juga mengatakan, pihak dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebenarnya sudah melakukan penelitian terhadap transaksi ekspor-impor dari entitas itu.
Sri Mulyani juga menklaim kalau transkasi tersebut telah dibahas dengan PPATK di bulan September 2020 lalu.
Menteri Keuangan juga mengatakan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sudah menerima informasi dan meneliti terkait dengan informasi dari PPATK. Hal itu tercantum dalam surat PPATK dengam nomer SR/595/PR.01/X/2020.
"Penelitian transaksi Rp 189 triliun justru merupakan kerja sama tripartit/jagadara (DJP-DJBC- PPATK) terkait dugaan TPPU, melalui transaksi impor-ekspor emas dan money changer oleh 15 perusahaan/perorangan pada periode 2017-2019," terang Sri Mulyani.
Secara tegas Sri Mulyani menyampaikan, pihaknya akan melakukan tindak lanjut atas laporan dari hasil analiasa yang dilakukan oleh PPATK, dengan proses hukum sesuai dari tugas Kemenkeu.
"Hingga 2023 ini telah 17 kasus TPPU yang ditangani DJP, yang menyelamatkan uang negara Rp 7,88 triliun dan delapan kasus TPPU yang ditangani DJBC nilai Rp 1,1 triliun. Kemenkeu terus fokus menjalankan tugasnya menjaga Keuangan Negara. Terus bersihkan dari yang kotor dan korupsi, mari hargai mereka yang bekerja jujur dan kompeten," ungkap Sri Mulyani. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Rahasia Gelap Mantan Tunawisma di Balik Minimarket yang Merepotkan!
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
Prabowo Bersedia ke Korea Utara, Apakah Indonesia Punya Hubungan Diplomatik dengan Korut?
-
Bukan Cuma THR, Bupati Fadia Arafiq Minta Setoran Kado Ultah ke Kepala Dinas
-
Daftar Lengkap Rangkaian Acara HUT ke-81 RI: Dari Zikir Kebangsaan hingga Merdeka Run
-
Babak I Timnas Indonesia vs Timor Leste: Garuda Mendominasi, Dylan Niski Pontang Panting
-
Bukan Cuma Murah, Tren 'Smart Shopping' Ini Bikin Dompet Lebih Tenang di Akhir Bulan