SuaraPekanbaru.id - Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa dirinya menantang para anak muda Indonesia ahli IT untuk membereskan 27 ribu aplikasi milik pemerintah yang dianggap tidak berfungsi dengan baik.
Bahkan pada kesempatan lain, keluhan tersebut sempat diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Sri Mulyani menyebutkan bahwa aplikasi-aplikasi milik pemerintah tidak berfungsi secara multifungsi dan bahkan cenderung memboroskan anggaran negara.
Dari yang disampaikan Menko Luhut pun mendapat kritikan pedas dari para ahli IT.
Salah satunya dari Profesional Programmer, Fuadit Muhammad.
Kritikan yang disampaikan Fuadit Muhammad pun berselancar di laman media sosial TikTok dengan akun miliknya @fuaditrockz.
Beragam komentar netizen dalam unggahan programmer itu.
"Pakar IT gak usah ditantangin pak, tapi yang penting adalah birokrasi yang ada di dalam pemerintahan yang harus dibereskan," kata Fuadit di akun TikTok yang diunggah pada Selasa (22/3/2023).
Dalam kenyataannya, menurut Fuadit, jika pihaknya sebagai vendor sudah merasa capek untuk bekerjasama dengan pemerintah.
Baca Juga: Hari Raya Nyepi 2023, Jokowi: Semoga Kebahagiaan dan Kedamaian Senantiasa Memayungi
Hal itu bukan tanpa alasan, sebab kata Fuadit, dalam setiap kerjasama dengan pemerintah, kerap terjadi pemangkasan anggaran, hanya demi memuaskan hasratnya para pejabat-pejabat eselon.
Bahkan tidak hanya itu saja, dikatakan Fuadit, dalam urusan menggeser padding pun harus melalui pertemuan akbar dengan memakan anggaran yang tidak sedikit.
Padahal, kalau dilihat dari kebutuhan pemerintah, menurut Fuadit sudah enterprise.
"Tapi budget-nya itu, budget mahasiswa," sindir Fuadit.
Sehingga, aplikasi yang didapatkan pemerintah saat ini apa adanya.
"Ada harga, ada kualitas," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Lima Orang Meninggal, KNKT Selidiki Penyebab
-
Menuju Akreditasi Unggul 2027, Universitas Muhammadiyah Jambi Gelar Baitul Arqam Dosen & Tendik
-
Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai
-
Komisi VI: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Bukan Sosialisasi, tetapi Kepercayaan Publik
-
Kasus Bigmo Dinilai Ancam Anak Jadi Target Promosi Vape, FKBI Desak Polisi Lanjutkan Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar
-
Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang
-
Selat Hormuz Makin Panas Meski Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran
-
Saat Korban Pencurian Harus Mengingatkan Polisi Akan Tugasnya
-
Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen