/
Kamis, 30 Maret 2023 | 08:25 WIB
Pemko Pekanbaru dan jajaran terkait membahas kelanjutan soal pemindahan pengungsi Rohingya dari Aceh ke Pekanbaru. Diharapkan hal ini tidak menimbulkan masalah sosial. (Foto: Pekanbaru.go.id)

SuaraPekanbaru.id- Rapat lanjutan terkait pembahasan tindak lanjut pemindahan pengungsi Rohingya dari Aceh ke Kota Pekanbaru kembali dilanjutkan.

Otoritas Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membahas tentang hal itu bersama Forkopimda.

Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution mengungkapkan, ada berbagai persiapan yang sedang dilakukan, seiring munculnya surat dari Menkopolhukam RI tentang pemindahan pengungsi Rohingya dari Aceh ke Kota Pekanbaru.

Total yang disebutkan ada sekitar 152 pengungsi Rohingya, yang akan dipindahkan ke Pekanbaru.

Indra berharap pemindahan terhadap para pengungsi tidak menyebabkan masalah sosial.

"Saat ini persiapan tetap dilakukan dengan menyiapkan akomodasi, bagi para pengungsi selama berada di Pekanbaru. Kita berharap, pemindahan pengungsi nantinya tidak menimbulkan permasalahan sosial di tengah-tengah masyarakat," terang Indra Pomi Nasution.

Pemko Pekanbaru sudah menyiapkan delapan tempat penampungan atau community house sementara, bagi para pengungsi dari Rohingya. Ada delapan tempat penampungan, seperti di Wisma Indah Sari untuk mereka yang sudah berkeluarga.

"Di Wisma Indah Sari ini ada enam kamar," ungkapnya.

Ada juga di Hotel Satria bagi para pengungsi yang datang bersama keluarga, dengan jumlah kamar yang disiapkan sebanyak 15 kamar.

Baca Juga: Bersiaplah! Pemko Pekanbaru akan Melibatkan Para Ketua RT-RW dan LPM Kelola Sampah Perumahan

Kemudian Wisma D’Cops, khusus bagi para pengungsi yang masih single dengan tersedia dua kamar. Wisma Siak Resort sebanyak 18 kamar untuk para pengungsi yang berkeluarga.

Wisma Fanel ada 20 kamar, Rumah Kost Tasqya ada sembilan kamar, Wisma Orchid sebanyak lima kamar, dan kosan Devada khusus bagi buat para pengungsi berkeluarga dengan kamar yang tersedia sebanyak 34 kamar.

"Jadi total kamar yang dipersiapkan sementara di delapan community house berjumlah 109 kamar," ungkpa Indra.

Pemerintah Kota Pekanbaru juga berkoordinasi dengan pihak dari International Organization for Migration (IOM) terkait dengan penempatan bagi mereka. (*)

Load More