/
Senin, 03 April 2023 | 13:00 WIB
Ustadz Abdul Somad (UAS). (YouTube Abu.zayyann)

SuaraPekanbaru.id - Banyak cara umat Islam ngabuburit, yaitu menggunakan waktu menunggu saat buka puasa Ramadhan.

Salah satu cara umat Islam ngabuburit adalah tidur sampai saat buka puasa Ramadhan tiba.

Selama ini banyak umat Islam beranggapan tidur bagi yang berpuasa Ramadhan adalah ibadah. Karena itu, tanpa ragu, mereka ngabuburit dengan cara tidur.

Benarkah anggapan tersebut?

Dikutip dari YouTube Abu.zayyann, Senin 3 April 2023, Ustadz Abdu Somad (UAS) mengatakan, anggapan tersebur keliru.

Ngabuburit dengan cara tidur memang tidak membatalkan puasa. Artinya, puasanya sah, namun pahalanya gugur.

"Puasanya sah, tetapi pahalanya itu yang kosong,” ujar UAS.

UAS mengatakan, pahala diberikan kepada mereka yang lulus melalui ujian. Jika menghindari ujian, maka tidak ada pahala baginya.

“Letak pahala itu karena ada ujian, kalau tidak ada ujian mana ada pahala,” katanya.

Baca Juga: Periksa Rafael Alun, KPK Dalami Temuan Puluhan Tas mewah Hingga Uang Miliaran Di SDB

Memang selama ini ada hadis beredar menyatakan tidurnya orang berpuasa itu sama dengan ibadah yang akan mendatangkan pahala.

Namun, UAS menyangkalnya dan mengatakan hadis tersebut tidak sahih alias dhaif.

“Ada hadisnya ini nih tidurnya orang puasa adalah ibadah, hadis itu hadis dhaif,” ucapnya.

Dengan demikian jelaslah ngabuburit dengan cara tidur hanya akan membatalkan pahala puasa Ramadhan. ***

Load More