SUARA PEKANBARU - Jodoh, kelahiran, dan kematian seorang muslim sudah diatur oleh Allah SWT. Hal tersebut sudah tertera sejak sebelum seseorang dilahirkan di muka bumi.
Nah, saat manusia dilanda asmara, terkadang perasaan kagum, dan suka pada lawan jenis tidak bisa dibohongi.
Maka tak jarang banyak orang berharap, dan berdoa agar dapat berjodoh dengan seseorang yang disukainya.
Memang mendoakan seseorang merupakan satu di antara hal baik, tetapi bagaimana hukumnya mendoakan lawan jenis yang disukai agar jadi jodoh kita.
Melansir video YouTube Podcast Ceramah Indonesia, dalam kajian itu Buya Yahya mengatakan, jika berharap pada seseorang yang disukai, dan mendoakannya sebenarnya boleh-boleh saja.
"Berharap itu adalah sesuatu yang diperkenankan, asalkan berharap pertama yang diharapkan adalah baik, sesuatu kebaikan," kata Buya Yahya.
Menurutnya, berharap kepada seseorang dibolehkan dalam Islam, asal yang diharapkan itu adalah suatu hal baik, dan mendapat suatu kebaikan dirinya.
Namun, yang perlu diingat saat berharap kepada seseorang, harus ada rambu-rambu yang perlu dipatuhi.
"Dalam berharap ini tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariat, artinya berusaha untuk mendapatkannya," kata Buya Yahya.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Cilegon Banten, Rabu 5 April 2023
Pasalnya, jika saat orang itu berusaha atau di dalam penantiannya dia melakukan yang haram meski tujuannya baik, hal ini kemudian menjadi hal yang tidak baik pada akhirnya.
Buya Yahya pun menyampaikan, jika saat ini sedang berharap, dan menginginkan seseorang sebaiknya berharaplah sepenuhnya kepada Allah SWT.
"Baik laki-laki dan perempuan, berharaplah sepenuhnya kepada Allah SWT untuk dimudahkan bertemu dengan seseorang yang baik," kata Buya.
"Anggap saja pasangannya seperti itu, dia berharap pasangan mungkin dia seorang laki-laki, mungkin dia seorang wanita bisa mengharap laki-laki baik, ya berharap minta kepada Allah semoga dimudahkan dapat laki-laki yang baik," katanya.
Sebaik-baik berharap adalah dengan meminta petunjuk dari Allah SWT melalui istikharah agar tidak seseorang tidak kecewa.
"Adapun menunjuk harus iya, itupun kesalahan, akan tetapi kalau dia ingin berharap, dengan istikhoroh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Kepatuhan Pelaporan CSR di Sukabumi Jadi Sorotan Akibat Defisit Tata Kelola
-
UMK Baru, Pekerja Sukabumi Perlu Disiplin Finansial Melalui Pola 50/30/20
-
5 Rekomendasi Tempat Bukber Murah Meriah di Jabodetabek, Cocok untuk Alumni Sekolah Hingga Keluarga
-
Kembali Jadi Juru Selamat MU, Bruno Fernandes Kasih Pesan ke Benjamin Sesko
-
"Jika Jaksa atau Hakim Tertindas, Saya akan Membela Mereka", Janji Delpedro Marhaen Dalam Pledoi
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot
-
PDIP Ungkap Alasan Megawati Tak Hadiri Pemakaman Try Sutrisno
-
Jokowi Kenang Try Sutrisno Sosok yang Sederhana dan Tegas, Indonesia Kehilangan Putra Terbaiknya
-
4 Pelembab Gel Madecassoside Perbaiki Skin Barrier Rusak dan Kulit Berminyak
-
Buka Puasa dan Adzan Magrib Hari Ini 2 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Jadwal di 6 Kota Besar