SUARA PEKANBARU - Tak sadar air mata menetes, ternyata ini penjelasan dirahasiakannya malam Lailatul Qadar.
Dijelaskan dalam Ahkamul Quran, Muhyiddin Ibnu Arabi memaparkan secara jelas mengapa Allah merahasiakan tanggal pasti turunnya Lailatul Qadar.
Sudah lama diketahui jika malam Lailatul Qadar begitu sangat istimewa dan luar biasa. Keutamaan dari yang mendapat malam Lailatul Qadar benar-benar menjadi hamba yang terpilih.
Dalam banyak literasi, malam Lailatul Qadar diturunkan Allah hanya pada bulan istimewa, yakni Ramadhan.
Hamba-hamba pilihan yang ditakdirkan mendapatkan keistimwaan malam Lailatul Qadar akan mendapat ganjaran berlipat ganda sampai 1000 bulan atau sekira 83 tahun.
Muhyiddin Ibnu Arabi lantas menyebut jika malam Lailatul Qadar adalah kado istimewa yang diberikan khusus kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT memberikan kado spesial tersebut dengan nilai yang sama sekali tidak tertandingi oleh apapun.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar benar-benar menjadi hal paling mewah sehingga oleh hamba yang beriman begitu sangat diidamkan dan dicari.
Dengan sekali mendapat keutamaan malam Lailatul Qadar, hamba beriman akan mendapat limpahan pahal dan juga ampunan Allah.
Jadi, jangan sampai kamu tidak termasuk pada golongan hamba Allah yang sangat ingin mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Dikutip pekanbaru.suara.com dari NU Online pada Selasa (11/4/2023), di balik dirahasiakannya malam Lailatul Qadar, ternyata ada hikman dan keutamaan yang sangat agung.
Dalam Mafatih al-Ghaib, Syekh Fakhruddin al-Razi mengatakan, Allah sengaja merahasiakan turunnya malam Lailatul Qadar sebagaimana dirahasikannya takdir kematian dan juga ampunan dosa.
Sengaja Allah merahasiakannya, agar semua hambanya semangat berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Dirahasiakannya malam Lailatur Qadar tak lain agar ada kesungguhan dari Umat Nabi Muhammad untuk mendapatkannya di mana pun dan kapan pun. Tanpa memandang waktu ataupun tempat.
Jika dianalogikan dirahasiakannya malam Lailatul Qadar seperti dirahasiakannya apakah taubat kita diterima atau tidak/
Berita Terkait
-
Jadwal Sholat, Imsak dan Buka Puasa Ramadhan, Kota Pekanbaru, Rabu 12 April 2023
-
Benarkah Malam Lailatul Qadar Datang di Malam Ganjil Ramadhan, Buya Yahya: Merusak Ibadah Orang Itu
-
Dua Doa Malam Lailatul Qadar, Amalkan di 10 Terakhir Bulan Ramadhan
-
Jadwal Sholat, Imsak dan Buka Puasa Ramadhan, Kota Pekanbaru, Selasa 11 April 2023
-
Super Kenyal dan Gurih, Boba Brown Sugar Bikin Nagih saat Buka Puasa, Begini Cara Buatnya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Smart Band untuk Apa? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Smartwatch
-
Apakah 15 Mei 2026 Cuti Bersama? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak