SUARA PEKANBARU- Isu yang berkembang di tengah umat mengenai Gerhana yang terjadi di Bulan Ramadan banyak dikatikan dengan kemunculan Imam Mahdi. Terkait dengan isu perkembangan tersebut, Buya Yahya memberikan jawaban dan penjelasan sekaligus meluruskan soal itu.
Isu tersebut dinilai menimbulkan keresahan di tengah umat Islam. Menurut Buya Yahya dengan datangnya Imam Mahdi terutama bagi ahli Sunnah Wal Jamaah adalah hal yang kita yakini.
“Bukan hanya kelompok, ada kelompok yang lain ada kelompok yang lain, yang mengimani Imam Mahdi dengan versinya. Tapi Imam Mahdi menurut kita ahli Sunnah Wal Jamaah itu ada. Kata baginda Nabi, yang namanya sama dengan namaku yaitu Muhammad bin Abdullah. Dan itu akan dilahirkan dan datang keturunan daripada Said Fatimah dan nanti akan menjadi imam salat di saat bersama Sayyidina Isa Alaihissalam, menjadi makmum,” terang Buya Yahya dilansir dari akun Youtube Al-Bahjah TV, Rabu (19/4/2023).
Menurut Buya Imam Mahdi tersebutlah yang diyakini oleh umat Islam. Namun Buya mengatakan ada juga di luar sana ada kelompok yang meyakini tentang Imam Mahdi dengan versi yang tidak sesuai dengan keyakinan umat muslim.
“Kita meyakini cuma apapun bentuknya, karena Imam Mahdi adalah riwayat-riwayat dari hadis-hadits shahih sebagian mengatakan tidak sampai derajat mutawatir yang mengingkari biarkan tidak sampai kita katakan kafir, tapi kita meyakini adanya Imam Mahdi,” kata Buya.
Sebagian ulama mengatakan kalau Imam Mahdi berasal dari hadist-hadist shahih, sehingga banyak yang mengatakan belum sampai derajat Mutawatir. Tapi harus diingat kata Buya kalau hadist adalah sah dan benar yang harus diyakini.
“Saya yakin secara pribadi yakin betul, Insya Allah Imam Mahdi akan datang. Di dalam Kitab sami'at kita hadirkan tentang itu. Imam Mahdi kita masukkan salah satu tanda kiamat besar tanda besar kiamat, adalah adanya Imam Mahdi, semasa dengan turunnya Sayyidina Isa Alaihissalam.
Buya mengatakan kalau Imam Mahdi tidak usah untuk dicari karena akan datang pada waktunya. Jika seorang umat muslim yakin kepada Allah, bisa jadi menjadi salah satu pasukan Imam Mahdi.
“Tidak usah dicari-cari nanti akan datang pada waktunya, kalau memang Anda punya iman dan kuat, nanti di saat Imam Mahdi datang Anda akan jadi pasukannya. Jangan mencari-cari orang cirinya, tidak perlu,” lanjutnya.
Baca Juga: Ternyata Puasa Cara Ampuh Mengatasi Diabetes Kata dr. Zaidul Akbar
“Kenap mencari-cari Imam Mahdi, sehingga beberapa banyak dusta-dusta ya karena karena dicari Imam Mahdi, bahkan ada yang dipaksa orang untuk jadi Imam Mahdi. Nanti ada tanda dan sendiri, tiba-tiba kita tahu kalau itu adalah Imam Mahdi,” lanjutnya.
Buya mengatakan aka nada pembaiatan terhadap Imam Mahdi. Bahkan sampai dalam riwayat kalau Imam Mahdi yang sebenarnya tidak mau mengakui kalau dirinya adalah orang tersebut.
“Dalam riwayat disebutkan semacam itu. Jadi tidak usahlah Anda mencari-cari Imam Mahdi yang penting ada Iman selesai, dengan Akidah yang kita yakini sesuai dengan ilmu meyakini Imam Mahdi cukuplah belajar Anda bagaiman menjadi orang baik beriman kepada Allah selesai,” terangnya.
“Gerhana tidak akan, nanti akan datang dan tana-tanda kiamat akan diketahui pada akhirnya. Tidak usah kita mencari, nggak usah kita nunggu gerhana dari barat dan sebagainya. Sudahlah kita bukan untuk menunggu-nunggu begitu. Bukan nunggu-nunggu Imam Mahdi begitu. Kita menyiapkan diri kita dengan keimanan jika pada waktunya datang dan Sayyidinna Isa dan Imam Mahdi kita akan jadi pendukungnya,” tegas Buya.
Buya mengatakan terkait dengan isu-isu yang beredar saat ini, lebih baik untuk tidak dipercayai dan didengar. Karena kata Buya terkait dengan isu yang seperti beredar di masyarakat, tidak akan memberikan banyak manfaat.
“Jangan terlalu didengar isu seperti itu. Yang manfaat untuk Anda adalah baik dengan istri Anda hai suami, Anda baik kepada suami Anda wahai istri. Anda baik mendidik anak-anak. Hai para orang tua baik dengan orang tua, anak, baik dengan pembantu Anda, sholat dan zakat Anda” kata Buya.
Buya mengatakan jangan sampai umat muslim melakukan hal yang aneh-aneh. Terutama untuk tidak mudah terbawa dengan isu yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Nanti Allah akan berikan bimbingan secara khusus kepada orang-orang yang punya iman, untuk menjadi pasukannya Imam Mahdi selesai, seperti itu sudah jangan percaya, jangan tergiur dengan omongan mengatakan, Imam Mahdi akan itu akan ini. Tanda-tanda kiamat kan Allah tampakan. Itu termasuk tanda-tanda Kubro,” pungkasnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Tahan Uruguay, Pelatih Tanjung Verde: Ini Utang ke Timnas Kecil
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa