/
Senin, 17 April 2023 | 12:01 WIB
Buya Yahya mengatakan jangan sampai pahala di bulan puasa hilang dengan sia-sia. (Foto: Tangkapan Layar Youtube)

SUARA PEKANBARU- Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja. Tapi umat islam juga harus bisa menahan amarah dan emosi, meski begitu bisa mengurangi pahala.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bagaimana cara memperbaiki pahala yang hilang ketika bulan puasa.

“Jika kita melakukan sebuah kesalahan maka pertama-tama yang harus kita lakukan itu taubat,” ungkap Buya Yahya dikutip dari video dalam Youtube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya menjelaskan, seseorang harus pintar dalam mengendalikan amarah saat berpuasa. Kalau tidak ingin puasa yang dijalanan menjadi sia-sia. Dia menganalogikannya dengan panci bocor yang diisi air.

“Kalau bahasa lain saya punya panci bocor. Apa yang perlu dilakukan agar panci itu penuh terus? Anda kasih air terus, ya tetap bocor. Tambal dulu baru nanti diisi. Benahi dulu perilaku itu baru nanti sambil kita memperbanyak amalan yang lain, membaca Al Quran, berdzikir dan seterusnya,” ungkap Buya Yahya.

Maka dari itu seseorang harus menyadari hal yang sudah dilakukan, sebelum mengerjakan amalan lain.

“Jangan sampai kita di bulan Ramadan ini melakukan sesuatu yang sia-sia atau dosa yang menjadikan amal kita menjadi tidak diterima atau puasa kita menjadi puasa yang sia-sia. Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW ‘alangkah banyak orang puasa yang didapat hanya lapar dan dahaga,” ujarnya.

Maka dari itu, Buya Yahya memberikan nasehat supaya bisa sabar dan berIstighfar supaya amal selama berpuasa terus bertambah.  Buya juga berpesan untuk mengingat dan sadar lebih dahulu dalam perbuatan buruk yang sudah dilakukan.

“Jadi sadar dulu kalau Anda punya sifat yang tidak baik, perilaku yang tidak baik. Lalu menyesalinya, Istighfar, maka itulah cara untuk mengembalikan amal kita,” terang Buya Yahya. (*)

Baca Juga: Bagaimana Hukum Shalat Idul Fitri di Rumah, Ustadz Abdul Somad: Jangan Sedih

Load More