/
Kamis, 20 April 2023 | 19:24 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas umumkan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1444 hijriah jatuh pada Sabtu (22/4/2023). (Suara.com/Rakha)

SUARA PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Syawal 1444 Hijriyah, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (20/4/2023).

Sidang yang diikuti oleh perwakilan ormas Islam, duta besar negara sahabat, serta jajaran Kemenag itu diawali dengan Seminar Posisi Hilal disampaikan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag, Dr. -Ing. Khafid.

Khafid menyatakan, secara astronomis posisi hilal di Indonesia pada saat Maghrib masih berada di bawah kriteria baru MABIMS, yang ditetapkan pada 2021, sehingga kemungkinan tidak dapat teramati.

"Di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal pada 29 Ramadan 1444 H sudah berada di atas ufuk. Namun demikian, masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat MABIMS," kata Khafid.

Kriteria baru MABIMS menetapkan, bawa secara astronomis hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat, dan elongasinya minimal 6.4 derajat.

Sementara menurut Khafid, pada saat Maghrib 20 April 2023 posisi bulan di Indonesia tinggi 0 derajat 45 menit sampai 2 derajat 21,6 menit, dengan sudut elongasi antara 1 derajat 28,2 menit sampai 3 derajat 5,4 menit.

"Melihat data itu, hilal kemungkinan tidak teramati. Kalau besok, posisi hilal pasti sudah lebih tinggi dan teramati," kata Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Badan Informasi Geospasial (BIG) itu.

Maka, kata Khafid, jika data tersebut dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal, secara astronomis atau hisab, dimungkinkan awal bulan Syawal 1444 H jatuh pada 22 April 2023.

Hal tersebut pun telah disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut bahwa 1 Syawal 1444 H bertepatan dengan hari Sabtu, 22 April 2023. (*)

Baca Juga: Tatap Musim Depan, Haykal Alhafiz Bek Kiri Timnas U-22 Jadi Rekrutan Pertama PSIS Semarang

Load More