SUARA PEKANBARU - 7 aksi maling super nekat hingga "disikat" warga, pelaku sampai terpental, aksi heroik pemuda dapat pujian.
Tak ada kata bosannya untuk mengulas aksi para maling. Mereka yang terus tumbuh walau sering dipangkas betul-betul. Kini menjadi ancaman yang sangat serius bagi ketentraman warga dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan beri ampun jika memergoki aksi mereka, seperti pada video berikut ini, aksi para maling yang berakhir merana.
1. Lepas sandal, sikat Hp wanita di masjid
Para maling memang tak mengenal waktu dan tempat. Apakah itu aman atau tidak ia tak memikirkan hal itu. Seperti kejadian pencurian di masjid ini.
Jelas-jelas di masjid adalah tempat untuk beribadah, malah si pelaku ini nekat untuk beraksi mencuri. Ia sedang mengincar seorang wanita yang lagi santay duduk di masjid sambil memainkan hp.
Karena di situasi sekitar terlihat sepi, pelaku bersiap-siap melepas sandalnya untuk berlari. Dan gerak cepat si pelaku mengambil sebuah barang yang ada di dekatnya.
2. Pura-pura beli Hp
Kini lagi marak terjadi si pelaku hanya berpura-pura mau membeli sebuah hp, namun akhirnya membawa barangnya kabur tanpa membayar.
Seperti kejadian berikut ini. Sebut saja pelaku ini si cemplong. Si cemplong yang sangat nekat membawa kabur sebuah hp ini berakhir merana. Menurut info, si cemplong jadi keroyokan warga setelah membawa lari hp tersebut.
3. Motor oleng lalu terpelanting
Hampir sama dengan kejadian sebelumnya. Apes banget kedua pelaku begal ini saat beraksi di jalanan ramai. Dia bersama rekannya berboncengan hendak mengambil jualan di sebuah warung.
Namun karena sepedanya oleng, si pelaku akhirnya terpelanting di jalan. Warga yang melihat hal itu lantas ramai-ramai mengejar si pelaku.
Dengan santainya kedua pelaku ini menaiki motor yang terparkir di pinggir jalan. Beruntung si pemilik motor mengetahuinya.
Yaah beginilah akibatnya. Dengan keberanian si korban, ia terus menghadang motor si pelaku yang hendak kabur.
Berita Terkait
-
3 Fenomena Mengerikan! Warga Ponorogo Panik hingga Takbir Bersahutan! Tanah Mencair, Sungai Jadi Warna Merah Darah, Pertanda Apa ini?
-
Anies Baswedan Makin Serius Soal Cawepres, Sebut Bukan Soal Atraksi Politik, duh Sindir Siapa nih Mas?
-
Arwah Anak Kembar yang Ditumbalkan bag-2: Rara dan Riri Hanya Berharap Didoakan Ibunya
-
VIDEO Salat Jumat Selesai, Geger Pria Misterius Sholat di Atas Pohon, Ada yang Keluar Api, hingga Sosok Menyeramkan Mirip Kunti Terekam
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Sabu Jadi Bisnis Keluarga di Kerinci, Ayah Bantu Anak hingga Kakak dan Adik Kompak Beraksi
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel
-
Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027
-
Musyawarah PERBASASI DKI Jakarta Lancar, Fokus Pengembangan Prestasi dan Persiapan Menuju PON
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Derbi ASEAN di Piala Asia 2027, Herdman Tuntut Timnas Indonesia Tampil Total Lawan Thailand
-
Gara-gara Antrean Solar, Sopir Truk Ngaku Diculik dan Diancam Ditembak Oknum Polisi
-
Kedaulatan di Ujung Algoritma: Alasan Saya Stop Mengikuti Rekomendasi FYP