/
Minggu, 07 Mei 2023 | 11:15 WIB
Ilustrasi pemegang kepercayaan tak bertuhan atau ateis. (Suara.com/Ema Rohimah)

SUARA PEKANBARU - 5 negara tak percaya Tuhan, alasannya pilih seks bebas, narkoba, hingga suntik mati.

Pernah mendengar negara tidak bertuhan. Apakah benar-benar ada? Cari tahu informasi lengkapnya dalam ulasan di konten ini. 

Setiap manusia berhak memeluk agama pilihannya masing-masing. Menurut the register.com, tercatat sudah ada lebih dari 4.300 agama yang tercipta di dunia. 

Data yang mereka kumpulkan, juga menunjukkan bahwa agama dengan pengikut terbesar di dunia, termasuk Kristen, Islam, Hindu, dan Buddha secara berurutan. 

Sisanya merupakan perkumpulan atau organisasi besar dengan pengikut setia yang membangun kepercayaan di sekitar pemimpinnya. 

Tapi tahukah kamu, dengan banyaknya jumlah agama, ada juga beberapa negara yang memilih untuk tidak mempraktekkan ajaran religi. 

Negara-negara tersebut disebut sebagai negara tidak bertuhan. Apa saja kira-kira? 

1. Perancis 

Bagi kamu yang pernah mengunjungi negara menara Eiffel ini, pasti paham betul dengan pilihan warganya yang tidak menjunjung tinggi agama. 

Baca Juga: Dipolisikan Tenri Ajeng Anisa, Apa Kata Virgoun?

Bagi warga Perancis, agama bukanlah hal yang wajib dianut melainkan, sebuah praktek yang mengekang kebebasan mereka. 

Padahal, awalnya Negeri artistik Ini diisi oleh penganut Agama Kristen Katolik, namun semakin ke sini kepercayaan liberalisme semakin menjalar. 

Hingga Prancis pun disebut sebagai salah satu negara tidak bertuhan. Menurut sensus Perancis, jumlah penduduk yang tidak beragama mencapai jumlah 67 persen, dimana 27 persennya percaya akan kekuatan hidup, dan 40 persennya benar-benar tidak percaya akan Tuhan sama sekali. 

2. Belanda 

Negara tidak bertuhan berikutnya adalah Belanda. Belanda merupakan salah satu negara liberal terbesar di dunia dengan budaya dan ras yang beragam, sama seperti Indonesia. 

Saking bebasnya, negara ini sudah melegalisasi ganja, pernikahan sesama jenis, suntik mati, dan prostitusi. 

Atas liberalisme yang dianut Belanda, alhasil semakin ke sini semakin banyak rakyat dunia yang berpindah ke negeri Tulip ini. 

Para imigran mengaku, Belanda memiliki kebebasan yang tidak diberikan pemerintah di negara sebelumnya. 

Menurut riset 28 persen warga Belanda percaya dengan keberadaan Tuhan, 39 persen lainnya percaya akan semacam kekuatan hidup di luar sana. Dan sisanya, 30 persen percaya bahwa Tuhan itu tidak ada. 

3. Slovenia 

Slovenia adalah negara mandiri yang terletak di pesisir Eropa Tengah, tepat di sebelah Italia Barat. 

Sama seperti Belanda, jumlah penduduk survei yang menolak mengikuti ajaran sebuah agama juga cukup banyak.

Sekitar 25 persen penduduk Slovenia percaya bahwa agama diciptakan untuk membatasi dan mengekang umatnya. 

Kepercayaan ini menyebar semenjak tahun 80-an. Dan kini berkembang menjadi sebuah tren yang diikuti banyak pemuda dan pemudi Slovenia.

4. Inggris 

Inggris merupakan negara dengan kekayaan sejarah yang memukau. Pada zaman dahulu negeri dengan sistem pemerintahan monarki ini dihuni oleh para penganut Agama Kristen. 

Kaum Nasrani yang tinggal di Inggris zaman dahulu sangat banyak. Sehingga Inggris pun dijadikan pusat praktek anglikan. 

Sama seperti negeri di Eropa lainnya, Inggris juga tidak lepas dari gerakan liberalisme. Berkat kepercayaan bebas ini, sedikit demi sedikit warga Inggris melepaskan kepercayaannya dan hanya menganut aliran liberal.

Jumlah warga Inggris yang mempercayai adanya Tuhan hanya sebanyak 37 persen saja, dibandingkan 73 persen penduduk yang tidak percaya akan Tuhan. 

5. Ceko 

Perkembangan agama di Ceko cukup pesat, seperti layaknya negara Eropa lainnya. Sejarah agama di negeri ini dimulai oleh agama kristen. 

Agama kristen dibawa oleh para pendatang dari Perancis lewat jalur darat dan kemudian berkembang pesat untuk puluhan tahun kedepan. 

Kini Ceko terkenal sebagai salah satu negara tidak bertuhan. Jumlah penduduk Ceko yang tidak memeluk satupun agama sejumlah 64 persen. 

Jumlah ini termasuk salah satu yang paling Hey dan kenaikannya cukup pesat dari jumlah 40 persen tahun lalu. (*)

Load More