SUARA PEKANBARU - Banyak yang belum tahu terkait sejarah haji yang dilakukan orang Indonesia di waktu Hari Raya Idul Adha.
Pembahasan ibadah haji tentu menjadi bagian penting untuk umat muslim yang ingin pergi ke Tanah Suci Makkah.
Tujuannya supaya mengetahui ilmu asal usul ibadah haji orang Indonesia yang ternyata sudah dilakukan selama berabad yang silam.
Kebetulan Kementerian Agama (Kemenag) memberikan infromasi terkini kabar jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah menjelang Idul Adha 2023.
Oleh karena itu, sejarah haji orang Indonesia akan dirangkum secara lengkap di sini.
Hal ini berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kemenag melalui kanal resminya pada Sabtu (17/6/2023) perihal sejarah haji orang Indonesia.
SEJARAH HAJI ORANG INDONESIA:
Asal usul atau sejarah ibadah haji bagi orang Indonesia sudah dilakukan berabad-abad untuk pergi ke Tanah Suci al-Mukarramah.
Mereka pergi menggunakan jalur maritim di Kepulauan Nusantara, Teluk Persia, dan melewati Laut Merah yang sudah tidak asing bagi orang yang sudah berhaji.
Baca Juga: Ganjar Tanggapi Sandiaga Uno yang Berlabuh ke PPP
Jeddah sebagai tempat mendarat atau berkumpulnya jemaah haji dari Indonesia ketika Terusan Suez pada tahun 1869 resmi dbuka. Membuat jarak waktu untuk pergi ke sana terhitung lebih cepat.
Selain itu, saat melalui Terusan Suez para jemaah tidak harus mengeluarkan uang yang banyak karena harganya sangat murah dan segi keamanannya terjamin.
Ketika dimasa penjajahan Belanda yang diambil dari buku Administrasi Islam Di Indonesia ciptaan Prof. Dr. Deliar Noer, Indonesia masih memegang rekor yang mengirim jemaah haji terbanyak.
Di tahun 1926 atau 1927 sebagai puncak ibadah haji yang pergi ke Makkah sebanyak 52.000 orang. Membuat mereka dipandang orang yang terhormat karena mendapatkan gelar haji.
Apalagi ketika jemaah yang berhaji memakai serban yang biasa dikenal jubah. Pastinya nasihat yang diberikan mereka ke masyarakat didengar baik sebagai contoh saat sewaktu mereka bisa ke Tanah Suci.
Kebetulan dalam ordonansi haji 1859 saat Gubernur Jenderal Daendels berkuasa. Pemerintah kolonial Hindia Belanda mengeluarkan regulasi untuk melakukan perjalanan haji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG