/
Rabu, 12 Juli 2023 | 11:44 WIB
Ilustrasi revenge porn founder Nasi Darurat Jogja dari mantan client sebagai pelaku. (Suara.com/Eko Faizin)

SUARA PEKANBARU - Kabar pelecehan seksual kembali terjadi. Saat ini founder Nasi Darurat Jogja asal Yogyakarta curhat kronologi dirinya alami revenge porn.

Sebab, revenge porn terjadi karena adanya ancaman yang dilakukan mantan client founder tersebut yang bernama Evan.

Tentu Evan berbagi kronologi yang dialaminya selama 8 bulan, supaya gerakan Nasi Darurat Jogja tidak mendapatkan dampak negatif dari publik.

Isi pesan WhatsApp mantan client founder Nasi Darurat Jogja, Evan melakukan revenge porn. (sumber: Twitter/nasidaruratJogj)

Kronologinya dipaparkan di Twitter @nasidaruratJogj pada Selasa (11/7/2023). Meski Evan tidak ingin membocorkannya di media sosial.

"Sebenernya ga etis sih aku UP di sini, tapi biar lah, aku open di sini yak," tulis Evan.

Tujuannya karena Evan diancam pelaku akan menyebarkan video saat mereka berbuat tindakan asusila.

"Saya diancam, diintimidasi dan dipaksa untuk berpacaran dengan mantan client," jelasnya.

Kronologi founder Nasi Darurat Jogja, Evan mengalami revenge porn:

"Kembali ke tahun lalu, dimana saya benar-benar krisis keuangan (sebelum bikin @nasidaruratJogj yang juga diawali dari kondisi krisis ini)."

Baca Juga: Tak Cuma Nathalie Holscher, 6 Seleb Ini Lepas Hijab Usai Cerai, Berani Buka-bukaan hingga Pindah Agama

"Saya 'terpaksa' menerima BO, separah itu."

"Singkatnya saya kenal sama orang tersebut."

"Beberapa kali saya bertemu dengan dia, dan dia rekam, yang ternyata rekaman tersebut dipakai untuk 'memeras' dan menekan saya secara psikologis supaya saya terus-terusan 'melayani seolah-olah saya jatuh cinta sama dia."

"Sebelum ada @nasidaruratJogj saya masih belum terlalu khawatir."

"Tapi kemudian setelah ada Nasi Darurat Jogja kekhawatiran saya bertambah, stres saya bertambah, dan it's ini titik dimana aku udah ga sanggup lagi."

"Jadi biarlah ini semua jadi pembelajaran jadi saya ke depan, saya lega, plong, biar tidak ada perasaan terintimidasi, tertekan."

Load More