/
Sabtu, 22 Juli 2023 | 06:39 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

SUARA PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar meminta kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Hal tersebut, lantaran berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mengingat daerah setempat terjadi kemarau kering hingga September 2023.

"Riau masih dilanda musim kering sampai September 2023, mari kita mengolah lahan jangan sampai dibakar," kata Syamsuar di Pekanbaru.

Ia bersyukur karena penanganan hutan dan lahan masih terkendali oleh Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau.

Bahkan beberapa tahun terakhir, bencana kabut asap tidak lagi ada di daerah dengan julukan Bumi Lancang Kuning tersebut.

Untuk itu mencegah karhutla, dikatakan Syamsuar, seluruh masyarakat Riau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan.

"Sesuai informasi BMKG, maka saya tidak bosan-bosan mengimbau seluruh masyarakat Riau agar tetap waspada, dan meminta untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, sebab Riau memiliki lahan gambut yang luas, dan akan rawan terbakar," katanya.

Apalagi, kata Syamsuar, Kepala BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap hati-hati, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ia mengatakan, upaya pengendalian karhutla di Provinsi Riau berjalan sukses berkat kerja sama banyak pihak, antara lain membentuk dan mengaktivasi posko Satgas Karhutla mulai tingkat provinsi, kabupaten, hingga kelurahan.

Baca Juga: 19 Pemain ASEAN di BRI Liga 1 2023/2024: Filipina Paling Dominan

Selain itu, penggunaan dasborlancang kuning Polda Riau, deteksi dini titik panas, serta melakukan penanganan secara cepat, dan tepat agar api tidak membesar serta meluas.

Tak hanya itu, patroli rutin dan mandiri secara terpadu, menggencarkan sosialisasi kepada organisasi, dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. (*)

Load More