SUARA PEKANBARU - Bupati Indramayu, Nina Agustina sedang menyentil Panji Gumilang karena menyoroti izin usaha pabrik kayu di Ponpes Al Zaytun.
Pasalnya, banyak usaha yang ada di Al Zaytun masih belum memiliki izin usaha dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.
Hal ini membuat Nina Agustina dan jajarannya bergerak untuk memperiksanya. Kebetulan dua aset di Ponpes Al Zaytun sudah disegel Pemkab Indramayu.
Salah satunya ada galangan kapal dan pabrik kayu di Al Zaytun memiliki kejanggalan menurut pengakuan dari Bupati Indramayu itu dikutip dari METRO TV, Minggu (23/7/2023).
Pasalnya, izin usaha Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) yang masuk ke data Pemkab Indramayu baru per tanggal 29 Desember 2022.
"Sedangkan izin-izin kan belum terpenuhi semua ya malahan baru izinnya ini dari OSS-RBA nya aja itu baru 29 Desember 2022 jadi kan berproses gitu kan setelah kita tutup," jelas Nina.
Kecurigaan Nina Agustina berasal dari laporan camat setempat di Al Zaytun, kalau galangan kapal di sana tidak ada yang rusak meski sudah disegel.
Tetapi karena izinnya belum terpenuhi, Nina dan jajarannya menemui pengelolaan pabrik kayu yang juga tidak belum ada izin dari Pemkab.
"Camat mengatakan 'Bu dengan adanya segelan dan tidak ada yang dirusak apapun, ya kami merasa bahwa tidak ada yang masuk'," kata Bupati Indramayu itu.
Baca Juga: Lee Sang Yeob dan Kim So Hye Berjuang Raih Kemenangan di My Lovely Boxer
"Ternyata masuklah dari pabrik penggergajian kayu tersebut. Nah, ini saya menyayangkan kok tidak ada izin ke camat ataupun wilayah setempat gitu," bebernya.
Karena sudah menemukan kejanggalan tersebut, Nina Agustina memastikan pihaknya akan terus melakukan pengecekan terkait aset yang ada di Al Zaytun.
"Pastinya sih berkala ya, rutin dari camatnya, tapi karena melihat pada saat itu Pagi pengecekan tidak ada kerusakan pada segel dan lain sebagainya, kita berpositif thinking ya," tegasnya.
Sebelumnya Pemkab Indramayu melakukan kunjungan yang akhirnya dua aset milik Panji Gumilang di Al Zaytun tersebut disegel.
Sebagai penutup, dari adanya galangan kapal dan pabrik kayu tersebut. Bupati Indramayu itu mengaku sudah kecolongan karena usaha bidang itu sempat berjalan tanpa diketahui Pemkab Indramayu.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Belajar dari Kasus Ponpes Pati: Ruang Pendidikan Gagal Hadirkan Rasa Aman
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Upaya Duda Lina Jubaedah Jadikan Bintang Ahli Waris Berakhir Tragis, Hakim Nilai Cacat Formil
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Ketika Bantuan Pendidikan Tidak Selalu Sampai pada Kebutuhan Anak
-
Realita Kehidupan Dewasa yang Tidak Selalu Indah di Buku Rapijali 3