SUARA PEKANBARU - Polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun kembali membuat aksi demonstrasi geram terhadap Panji Gumilang yang tidak kunjung ditetapkan tersangka.
Sampai saat ini Panji Gumilang belum juga dijadikan tersangka jadi pemicu aksi demonstrasi melakukan unjuk rasa kembali di depan kawasan Ponpes Al Zaytun.
Sayangnya aksi unjuk rasa tersebut harus tertahan sekitar 200 meter dari pintu gerbang utama Ponpes Al Zaytun.
Lantaran pihak kepolisian sangat ketat untuk menjaga keamanan Al Zaytun, terutama pada para santrinya yang ada di dalam sana.
Penyebab massa melakukan demonstrasi lantaran adanya kasus dugaan penistaan agama terhadap Panji Gumilang.
Sehingga selama berdiri, Al Zaytun tidak pernah berbaur dengan masyarakat sekitar dan di Kabupaten Indramayu.
Membuat amarah Koordinator Umum Aliansi Santri dan Rakyat Indonesia untuk Indramayu (ASRII), M Solihin melakukan orasi mengenai hal tersebut sejarak 200 meter di depan Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Sabtu (29/7/2023).
"Salah satu penyimpangan pesantren Al Zaytun yakni tidak membaur dengan komponen masyarakat di wilayah Gantar dan Haurgeulis," tegas M Solihin saat melakukan orasi.
Walaupun hanya dilakukan puluhan orang saja, ASRII sudah mewakili keresahan masyarakat, terutama pada warga di Indramayu.
Baca Juga: Beda Gaya Baju Kotak-kotak Ganjar Dan Prabowo Saat Kembali Bersua
Fatwa MUI dan tim investigasi mengungkap kasus Panji Gumilang juga didukung pihaknya. Mereka pun tentunya mencecar Bareskrim Polri agar Panji Gumilang cepat-cepat dijadikan tersangka.
"Bareskrim agar segera menetapkan status tersangka (Panji Gumilang) dan ditangkap untuk diadili, karena melakukan makar dan pendangkalan dan merusak di Bumi Indramayu," paparnya.
Selain itu, Koordinator Lapangan ASRII, M Hatta juga menyerukan supaya pengacara Kamaruddin Simanjuntak dikecam agar tidak mencampuri urusan Al Zaytun.
"Kamaruddin Simanjuntak jangan ikut campur! Dengan polemik Al Zaytun atau berurusan dengan umat islam," cecar M Hatta.
Kendati demikian, pihak kepolisian masih berjaga dengan rapat dan tersusun rapi agar massa tidak menerobos ke dalam Al Zaytun.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
4 Rekomendasi Rice Cooker Cosmos untuk Anak Kos, Hemat Listrik dan Ringkas
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia
-
BRILink Agen Hadir, Danantara Buka Akses Ekonomi hingga Pelosok
-
Rayakan Kemerdekaan, Danantara Perluas Akses Ekonomi lewat BRILink
-
Dampak Gempa Kolombia: 5 Provinsi Siaga Merah, 86 Gedung Hancur, 7 Bandara Ditutup
-
Danantara dan BRILink Agen, Gerakkan Ekonomi hingga Pelosok Negeri
-
Review Film Forrest Gump: Potret Indah Kejujuran Hati yang Menembus Zaman
-
Alphard Ringsek Dihantam Trailer, KH Anwar Zahid Tetap Berangkat Dakwah