/
Selasa, 10 Oktober 2023 | 12:01 WIB
Perang Israel vs Palestina di Jalur Gaza. (Mohammed ABED / AFP)

SUARA PEKANBARU - Dua surat kabar, yakni Observer Inggris dan Washington Post Amerika, tak mungkin Hamas Palestina bisa menembus pertahanan paling canggih di dunia jika tidaka ada kekuatan besar di belakangnya.

Bukan itu saja, media tersebut juga menyatakan bahwa serangan Brigade Al-Qassam terhadap entitas Zionis, yang disebut sebagai Topan Al-Aqsha, dianggap sebagai faktor kegagalan yang menyedihkan bagi militer negara penjajah tersebut. 

Keamanan dan intelijen di negara pendudukan Israel tampaknya mengalami kegagalan untuk pertama kalinya pada suatu situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Surat kabar Inggris, Observer, yang diterbitkan setiap hari Minggu oleh Guardian Media Group, meyakini bahwa serangan mendadak tersebut akan dikenang sebagai kegagalan intelijen yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya. 

Sedangkan Washington Post dari Amerika percaya bahwa Israel telah mengalami penghinaan dan kekalahan dalam agresi pada Sabtu lalu.

Menurut Observer Inggris, serangan itu mengejutkan karena sistem pemantauan Israel terhadap masyarakat Palestina sangat maju dan meluas, khususnya dalam memantau aktivitas Hamas, yang merupakan salah satu tugas penting dari lembaga keamanan.

Namun, menurut Observer, sistem pemantauan Israel gagal menembus persiapan Hamas untuk serangan pada Sabtu kemarin. 

Meskipun Israel memiliki teknologi pengawasan yang termasuk paling canggih di dunia, seperti terungkap dalam skandal yang mempengaruhi program mata-matanya yang dikenal dengan nama Pegasus.

Observer mengakui kecerdikan Hamas dalam beradaptasi dengan tantangan militer yang dihadapinya, sering kali mengerahkan upaya maksimal dalam perencanaannya dan mengidentifikasi kelemahan Israel.

Baca Juga: Kini Giliran Juicy Luicy Bikin Mellow Warga Australia

Washington Post Amerika menyatakan bahwa tentara dan badan intelijen di Israel terkejut oleh serangan darat, laut, dan udara. 

Ini menimbulkan kritikan tajam beberapa bulan setelah peringatan dari pejabat keamanan tentang memburuknya pertahanan Israel dalam melakukan pencegahan.

Surat kabar Amerika mengutip kolumnis Haaretz, Yossi Verter, yang menyatakan bahwa Israel "dipermalukan dan dikalahkan." 

Semua indikasi menunjukkan bahwa operasi militer akan berlangsung lama dan rumit di Jalur Gaza, yang merupakan salah satu wilayah terpadat di dunia. (*)

Load More