/
Selasa, 10 Oktober 2023 | 19:09 WIB
Kondisi terkini di Jalur Gaza sangat mengerikan. (tvOneNews)

SUARA PEKANBARU - Kodisi rakyat Gaza Palestina sangat mengerikan di tengah gempuran tentara Israel pada Selasa, 10 Oktober 2023. 

Aktivis Kemanusiaan di Gaza, Muhammad Husein dalam wawancara Kabar Siang tvOne menceritakan bagaimana Israel dengan begitu kuatnya melakukan bombardir di tengah kawasan padat penduduk sipil di Jalur Gaza Palestina.

Muhammad Husein menjelaskan secara detail bagaimana kondisi saat ini di area peperangan Jalur Gaza Palestina dimana banyak korban sipil anak-anak, perempuan, dan orang tua menjadi korban serangan Israel.

Situasi saat ini diceritakan Muhammad Husein, saluran komunikasi sangat terganggu dan sejumlah jalur kemanusiaan diblokade Israel.

"Komunikasi kita juga sedang terganggu di sini. Saat ini, Gaza masih terus berada di bawah gempuran jet jet tempur Israel dari udara," kata Muhammad Husein. 

Tentara Israel juga terus bergerak merangsek masuk ke kawasan penduduk Gaza dengan kekuatan militer angkatan daratnya.

"Sementara, dari darat, teng-teng baja juga terus mentarget sejumlah wilayah," kata Muhammad Husein.

Muhammad Husein menyebutkan jika jumlah korban dari pihak Gaza sejauh ini sudah mencapai angka 690 korban jiwa. 

Sementara korban luka-luka angkanya mencapai 3.800, dan kemungkinan besar angka-angka tersebut berpotensi semakin bertambah.

Baca Juga: Skincare Ajaib 5 Menit Bikin Kulit Iritasi Cepet Ademnya, Perawatan Kecantikan Hati-Hati Kulit Sensitif

"Kkarena masih banyak korban-korban yang belum bisa dievakuasi dari bawah reruntuhan rumah-rumah mereka yang hancur ditarget oleh Israel," kata Muhammad Husein.

Teng-teng militer darat Isarel saat ini masih terus bergerak membombardir dan mentarget sipil di Jalur Gaza Palestina. 

"Kalau kita lihat dari statistik, jumlah korban itu lebih dari 200 adalah anak-anak, dan lebih dari 100 itu wanita," ucap Muhammad Husein. 

Muhammad Husein mengatakan apa yang dilakukan Israel dengan mengerahkan militer dari berbagai unsur kekuatan adalah pelanggaran yang sangat besar.

"Maka dari itu, ini adalah sebuah pelanggaran yang sangat besar, dan ini kita lihat belum ada tanda-tanda akan berhenti," jelasnya.

Apalagi statement dari Kementerian Angkatan Darat Israel sudah mengatakan jika serangan akan terus dilakukan hingga beberapa minggu ke depan.

Load More