Bisnis / Makro
Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta (tengah). [ANTARA FOTO/Fauzan/YU]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 bertemu di Uzbekistan memperkuat kerja sama keuangan regional menghadapi risiko ekonomi.
  • Forum mengesahkan panduan kolaborasi strategis serta meningkatkan efektivitas CMIM sebagai jaring pengaman keuangan saat terjadi krisis finansial global.
  • Pertemuan mencatat keikutsertaan perdana Timor-Leste dan menetapkan Singapura serta Korea Selatan sebagai pemimpin forum pada tahun 2027 mendatang.

Suara.com - Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara-negara ASEAN+3 secara resmi mempertegas komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama keuangan regional dalam pertemuan AFMGM+3 ke-29 di Uzbekistan.

Langkah strategis ini diambil guna merespons berbagai potensi risiko ekonomi global, terutama dampak konflik di Timur Tengah yang dikhawatirkan dapat menekan laju pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara serta Jepang, Korea Selatan, dan China.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menekankan pentingnya sinergi kebijakan untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan.

Forum ini berhasil mengesahkan Updated Strategic Direction of the ASEAN+3 Finance Process, sebagai panduan kolaborasi jangka menengah dan panjang agar seluruh anggota mampu bertindak lebih responsif terhadap dinamika ekonomi global yang kian fluktuatif.

Salah satu poin utama dalam pertemuan ini adalah dorongan untuk meningkatkan efektivitas Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).

Sebagai jarring pengaman keuangan regional, CMIM diposisikan sebagai pelengkap Global Financial Safety Net (GFSN) yang sangat krusial dalam menghadapi krisis finansial secara mandiri di tingkat kawasan.

Kondisi ekonomi global. [Ist]

“Koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan. Dalam konteks ini, CMIM berperan strategis dalam pilar utama jaring pengaman keuangan. Karenanya, penguatan CMIM penting agar semakin adaptif dan responsif menghadapi berbagai tantangan," ujar Filianingsih Hendarta dalam siaran pers yang diterima, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan tahunan ini juga mencatat sejarah dengan keikutsertaan Timor-Leste yang mulai bergabung dalam keluarga besar ASEAN.

Selain itu, forum memberikan apresiasi tinggi kepada ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) yang selama satu dekade terakhir telah berperan aktif sebagai penasihat kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi kawasan.

Baca Juga: Belanja Tetap Ramai, OECD Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8% pada 2026

Sebagai penutup, estafet kepemimpinan forum disepakati akan berlanjut ke Singapura dan Korea Selatan yang akan bertindak sebagai Co-Chairs pada pertemuan ke-30 tahun 2027 mendatang.

Load More