- Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 bertemu di Uzbekistan memperkuat kerja sama keuangan regional menghadapi risiko ekonomi.
- Forum mengesahkan panduan kolaborasi strategis serta meningkatkan efektivitas CMIM sebagai jaring pengaman keuangan saat terjadi krisis finansial global.
- Pertemuan mencatat keikutsertaan perdana Timor-Leste dan menetapkan Singapura serta Korea Selatan sebagai pemimpin forum pada tahun 2027 mendatang.
Suara.com - Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara-negara ASEAN+3 secara resmi mempertegas komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama keuangan regional dalam pertemuan AFMGM+3 ke-29 di Uzbekistan.
Langkah strategis ini diambil guna merespons berbagai potensi risiko ekonomi global, terutama dampak konflik di Timur Tengah yang dikhawatirkan dapat menekan laju pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara serta Jepang, Korea Selatan, dan China.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menekankan pentingnya sinergi kebijakan untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan.
Forum ini berhasil mengesahkan Updated Strategic Direction of the ASEAN+3 Finance Process, sebagai panduan kolaborasi jangka menengah dan panjang agar seluruh anggota mampu bertindak lebih responsif terhadap dinamika ekonomi global yang kian fluktuatif.
Salah satu poin utama dalam pertemuan ini adalah dorongan untuk meningkatkan efektivitas Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).
Sebagai jarring pengaman keuangan regional, CMIM diposisikan sebagai pelengkap Global Financial Safety Net (GFSN) yang sangat krusial dalam menghadapi krisis finansial secara mandiri di tingkat kawasan.
“Koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan. Dalam konteks ini, CMIM berperan strategis dalam pilar utama jaring pengaman keuangan. Karenanya, penguatan CMIM penting agar semakin adaptif dan responsif menghadapi berbagai tantangan," ujar Filianingsih Hendarta dalam siaran pers yang diterima, Kamis (7/5/2026).
Pertemuan tahunan ini juga mencatat sejarah dengan keikutsertaan Timor-Leste yang mulai bergabung dalam keluarga besar ASEAN.
Selain itu, forum memberikan apresiasi tinggi kepada ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) yang selama satu dekade terakhir telah berperan aktif sebagai penasihat kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi kawasan.
Baca Juga: Belanja Tetap Ramai, OECD Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8% pada 2026
Sebagai penutup, estafet kepemimpinan forum disepakati akan berlanjut ke Singapura dan Korea Selatan yang akan bertindak sebagai Co-Chairs pada pertemuan ke-30 tahun 2027 mendatang.
Berita Terkait
-
Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Bisnis Asuransi Masih Catatkan Torehan Positif
-
Bank Indonesia Pastikan Indonesia Bisa Hadapi Ombak Ekonomi Global yang Belum Mereda
-
Sebut Bukan Urusannya! Menkeu Purbaya Lempar Bola Panas Redenominasi ke Bank Sentral
-
Anak Menkeu Purbaya Sarankan Investasi Bitcoin untuk Hadapi Krisis Ekonomi 2027: Apa Kelebihannya?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!