Ponorogo.suara.com – Tidak terjadinya kesepakatan antara warga dan Pemkab Kabupaten Ponorogo terakait aksi hari senin lalu memaksa warga Mrican, kabupaten Ponorogo melakukan aksi serius dengan memblokade akses pintu masuk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada desa tersebut dengan batu besar.
Dalam pandangan ponorogo.suara.com selasa (21/3/23), tidak hanya batu besar, tumpukan sampah juga memenuhi jalan masuk hingga menyebarkan aroma tajam di sekitar jalan
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mrican, Ibnu Atoillah mengatakan penutupan ini dilakukan warga sejak pukul 3 dini hari.
“Ini adalah puncak kekesalan kami. Ketika Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Ponorogo berjanji akan membangun IPAL (instalasi pengolahan air limbah). Nyatanya sudah setahun, janji tinggal janji,” ujar salah satu warga Desa Mrican, Ibnu Atoillah, Selasa pagi.
ia menambakan, dampak dari overload TPA Mrican dirasakan warga seperti dampak Kesehatan, yakni banyak warga yang gatal-gatal, belum lagi pertanian yang lahannya tercemar, tanaman rusak hingga gagal panen, terangnya.
Sementara, Kades Mrican Adi Purnomo Sidik mengungkapkan pemblokiran jalan ini dilakukan warga setelah aksi kemarin di Gedung DPRD dan Pemkab Ponorogo tidak menemui hasil atau kesepakatan.
Karena tidak ketemu kesepakatan, akhirnya pintu masuk di blokase mulai dinihari tadi” ungkapnya kepada media.
Saat ini, menurut Sidik, kondisi sampah di TPA Mrican sudah overload. Pun juga dampak air lindi atau limbah sampah pun ke air tanah warga. Tentunya bakal menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League
-
Minuman Berkafein Bukan Solusi Utama Atasi Kelelahan, Ini Cara Tepat Menjaga Energi Tubuh
-
Satire di Balik Tawa: Membaca Indonesia Lewat Buku Esai Lupa Endonesa
-
Kebiasaan Scrolling Media Sosial: Mengapa Anak Muda Jadi Mudah Insecure?
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Klaim Hindari Calo Ilegal
-
Berjudul The One Piece, Anime Versi Remake Akan Tayang 2027 di Netflix
-
3 Mobil Bekas Punya Ground Clearance Tinggi, Suspensi Nyaman di Segala Medan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK