/
Minggu, 16 April 2023 | 22:19 WIB
Istri korban dirumah duka ((ponorogo.suara.com/dedy.s))

Ponorogo.suara.com - Suasana duka menyelimuti kediaman prajurit TNI Angkatan Darat, Pratu Miftah Arifin di dusun Krajan, Desa Nanggungan, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

Istri dan keluarga Pratu Miftah Arifin, tampak tidak dapat menutupi kesedihannya atas gugurnya pasukan Yonif 321/GT tersebut.

Pratu Miftahul Arifin gugur pada Sabtu pagi (15/4) saat korban bersama rombongan Satgas Yonif R 321/GT yang bertugas di wilayah Mugi sedang mencari Pilot Susi Air yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB)

Nur Aziza, istri korban menuturkan, Pratu Miftah Arifin tidak hanya meningakan ia dan putrinya yang masih berusia 2 tahun, tetapi juga meninggalkan kedua orang tuanya pasangan santoso dengan parmi 

Pihak keluarga berharap Jenasah Pratu Miftahul Arifin dapat dengan segera di evakuasi dan bisa segera di semayamkan di rumah duka.

“Kabar terbaru yang saya terima sudah ditemukan titik lokasi, jenasah selalu diupayakan agar segera dapat dievakuasi” ungkapnya, minggu (16/4/23)

Aziza menambahkan, sebelum peristiwa tersebut terjadi, Korban sempat menghubungi keluarga dan meminta selalu didoakan saat akan berpatroi ataupun sedang menjaga Pos 

“saat berkomunikasi dengan keluarga, korban selalu meminta didoakan” tambahnya.

Aziza berharap, pemerintah dapat segera mengevakuasi Korban agar keluarga bisa segera memakamkan Pratu Miftahul Arifin di tanah kelahirannya

Baca Juga: Sebentar Lagi 40 Hari Meninggalnya Arya Saputra, Keluarga Minta Polisi Tangkap Pelaku Utama Secepatnya

Load More