Suara Ponorogo – Upaya untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan pelayanan Kesehatan dan bantuan dari pemerintah tidak terkecuali warga dengan status ODGJ, menjadi fokus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ponorogo
Bahkan, Disdukcapil Ponorogo harus melakukan jemput bola dalam melakukan perekaman e-KTP terhadap warga disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) agar dapat menikmati fasilitas negara seperti fasilitas kesehatan dan bantuan pemeirntah
Sekertaris Dinas Dukcapil, Heroe Purwanto mengatakan bahwa secara khusus untuk masyarakat disabilitas serta ODGJ diberikan layanan jemput bola saat melakukan perekaman e-KTP. Hal ini menurutnya untuk mempermudah dalam mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK).
Ia menekankan, bahwa perekaman e-KTP bagi warga disabilitas dan ODGJ sangat penting. Sebab, saat ini seluruh layanan pemerintah menggunakan NIK termasuk bantuan sosial dan layanan kesehatan.
"Manfaat e-ktp untuk disabilitas atau ODGJ adalah untuk dapat akses pelayanan publik sebagaimana yang normal. Apalagi layanan kesehatan memang sangat dibutuhkan," ungkap Heroe saat diwawancarai ponorogo.suara.com, Rabu (3/5/2023).
Heroe mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah melakukan sebanyak 942 perekaman. Dengan rincian 471 orang Disabilitas dan 471 dari ODGJ. Dimana untuk mekanisme perekaman tersebut pihaknya menyampingkan pengambilan data sidik jari dan iris mata.
"Jadi cukup dengan foto saja, fotonya juga sesuai kondisi saat dilapangan," bebernya.
Selain itu, tidak ada perbedaan yang mencolok dari bentuk fisik maupun data KTP antara masyarakat normal maupun penyandang disabilitas dan ODGJ.
"Kalau secara umum sama, tidak ada perbedaan, namun data yang ada pada kita sudah kita klasifikasikan," jelasnya.
Baca Juga: Terungkap, Ternyata Ini Momen Paling Melelahkan Jennie BLACKPINK Selama Tur Dunia Born Pink
Berita Terkait
-
Tragis! Pengendara Motor Tewas Setelah Bertabrakan dengan Truk Semen di Ponorogo, Diduga Akibat Meleng di Jalan
-
Malam-malam, Bupati Ponorogo Mutasi Puluhan Pejabat Pemkab di Rumah Dinas
-
Pendapatan Parkir Pasar Malam Ponorogo Hanya Rp 30 Juta, Bupati Minta Penyelidikan Mendetail Terhadap Dugaan Kecurangan
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Negara Rugi Rp12,5 Miliar! Polres Bogor Gulung Mafia BBM, Elpiji Subsidi dan Tambang Emas
-
Listrik di Riau Nyala Kembali usai Padam Total selama 3 Jam
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
PLN Investigasi Penyebab Blackout Sumatera Utara: Ini Bedanya dengan Mati Lampu Biasa
-
Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman
-
Jaringan Telkomsel di Sumatera Terganggu Akibat Blackout, Perusahaan Maksimalkan Catu Daya Cadangan
-
SAMADE Riau Kritik Wacana Monopoli Badan Ekspor: Bebani Petani Sawit
-
Sebut Penjahat Perang, Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu
-
Blackout Sumatera Lumpuhkan Riau, Sinyal Hilang hingga Ganggu Persiapan Ujian Siswa SD
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan