Suara Pacitan, - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara mengenai agenda kunjungannya di Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (20/5/23) siang.
Mantan Danjen Kopassus yang juga Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengakui menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Ketua Majelis Tinggi Dewan Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten yang terkenal dengan sebutan kota 1001 gua tersebut.
Dalam wawancara dengan wartawan, Prabowo menjelaskan bahwa pertemuan dengan mantan Presiden keenam adalah bagian dari acara halal bihalal yang baru-baru ini dimasukkan dalam agenda kunjungannya.
"Kedatangan saya ke sini adalah untuk meninjau koramil dan kemudian mampir ke Pak SBY. Ini merupakan acara halal bihalal karena kita masih berada di bulan Syawal. Selanjutnya, saya juga akan mengunjungi pondok pesantren Kremas, Pacitan," ungkap Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa pembicaraan dengan SBY berkaitan dengan nostalgia yang ada di antara mereka, terutama saat keduanya bersekolah di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada tahun 1974.
"Yang kita bahas adalah masa lalu sebagai senior dan junior di AKABRI. Ini adalah momen nostalgia yang memperkuat silaturahmi dan persahabatan kami," tegas Prabowo.
Namun, ketika ditanya oleh wartawan mengenai spekulasi koalisi politik, Prabowo enggan memberikan komentar lebih lanjut. Ia menyatakan, "Tentang calon presiden 2024, sudah banyak dibahas oleh media mengenai koalisi..." namun ia terputus di tengah kalimat.
Di sisi lain, Bupati Pacitan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat, Indrata Nur Bayuaji, menyebutkan bahwa pertemuan antara SBY dan Prabowo dilakukan secara privat, sehingga pihaknya belum bisa memberikan informasi terkait pembahasan yang terjadi.
"Saya tidak ikut kegiatan tersebut, jadi saya tidak mengetahui pembicaraan seperti apa. Nanti setelah kami berkumpul, baru diketahui bocorannya apa," jelasnya.
Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Pacitan dan pertemuannya dengan SBY telah menarik perhatian publik. Pembicaraan tentang nostalgia dan persahabatan di antara keduanya menggarisbawahi hubungan yang kuat di dunia politik Indonesia.
Meskipun Prabowo menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai koalisi politik, spekulasi mengenai pemilihan presiden 2024 tetap menjadi topik hangat yang menarik minat banyak orang. Publik akan menantikan pengungkapan informasi lebih lanjut terkait pertemuan ini dan apakah akan ada pengaruhnya terhadap dinamika politik di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Pakai Mesin Pajero Sport Versi Simpel, Mobil Ramah Biosolar Harga 60 Jutaan Ini Layakkah Dipinang?
-
Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global
-
Profil Timnas Afrika Selatan: Comeback Usai 16 Tahun, Bafana Bafana Siap Guncang Panggung Global
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi
-
Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang
-
Pemprov Kaltim Klarifikasi Perihal Heboh Anggaran Laundry Gubernur Senilai Rp450 Juta
-
Piala Dunia 2026 Terapkan Protokol Cuaca Ekstrem, Laga Dihentikan Jika Ada Petir
-
Daftar Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil
-
Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia