Suara Ponorogo - Kabupaten Ponorogo baru-baru ini memulai uji coba implementasi sistem e-parking sebagai solusi untuk mengoptimalkan pengelolaan parkir di daerah tersebut. Namun, uji coba ini telah menciptakan sejumlah kontroversi dan penolakan dari sebagian petugas parkir. Alat e-parking berbentuk mirip EDC dan telah dipasang di setidaknya 5 titik di Jalan Hos Cokroaminoto, Ponorogo.
Penerapan e-parking sejauh ini dianggap kurang praktis dan tidak maksimal oleh para petugas parkir. Mereka menghadapi kesulitan dalam mengoperasikan alat tersebut, yang membuat proses parkir menjadi lebih rumit dan memakan waktu. Salah satu masalah yang muncul adalah penundaan dalam memberikan struk atau karcis pembayaran kepada pengendara, sehingga beberapa kendaraan akhirnya dapat lolos tanpa membayar.
Hariyanto, seorang petugas parkir, mengungkapkan kekhawatirannya terkait efektivitas sistem e-parking. "Kami menghadapi banyak kendala dalam mengoperasikan alat e-parking ini. Selain itu, penundaan dalam memberikan struk pembayaran juga menyebabkan beberapa kendaraan lolos tanpa membayar," ujar Hariyanto. Kritik dan ketidakpuasan dari para petugas parkir ini menyoroti kegagalan dalam merancang sistem e-parking yang dapat diterima dan efisien.
Di sisi lain, Heri, seorang pengendara, menyatakan sikap yang lebih terbuka terhadap sistem e-parking ini. Meskipun ia tidak keberatan dengan penerapan sistem tersebut, ia menegaskan bahwa implementasi e-parking seharusnya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya di beberapa tempat tertentu. Menurut Heri, upaya pemerintah untuk meminimalisir kebocoran pendapatan dari parkir akan berhasil jika diterapkan dengan konsisten di seluruh wilayah.
Dalam konteks ini, perlu dicatat bahwa uji coba e-parking saat ini merupakan kelanjutan dari uji coba sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2022. Uji coba sebelumnya bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas instrumen alat yang digunakan oleh petugas parkir. Namun, tampaknya evaluasi tersebut tidak sepenuhnya berhasil mengatasi masalah yang dihadapi, seperti kesulitan operasional dan keterlambatan dalam proses pembayaran.
Meskipun pemerintah daerah mengambil langkah berani dengan menerapkan sistem e-parking, kenyataannya adalah bahwa implementasi tersebut telah menuai kontroversi dan kritik dari sejumlah petugas parkir. Kegagalan dalam merancang sistem yang praktis dan efisien, serta keterlambatan dalam memberikan struk pembayaran, menunjukkan bahwa ada kekurangan dalam persiapan dan perencanaan sebelum meluncurkannya.
Untuk mencapai tujuan pengoptimalan pengelolaan parkir dan meminimalisir kebocoran pendapatan, pemerintah daerah perlu secara serius memperhatikan masukan dan kritik dari para petugas parkir serta memperbaiki kelemahan yang ada dalam sistem e-parking. Keseluruhan komunitas, termasuk petugas parkir dan pengendara, harus dilibatkan dalam diskusi untuk mencapai solusi yang dapat diterima oleh semua pihak. Hanya dengan pendekatan yang inklusif dan solutif, penerapan e-parking dapat menjadi langkah maju yang benar-benar efektif dalam mengelola parkir di Kabupaten Ponorogo.
Berita Terkait
-
Pengadilan Negeri Ponorogo Terima Ratusan Permohonan Surat Bebas Pidana dari Bacaleg Pemilu 2024, 4 Diantaranya Mantan Napi
-
Rumah di Ponorogo Dilalap Api Akibat Mainan Korek, 1 Orang Terluka
-
Prabowo Subianto dan SBY Akan Bertemu di Pacitan: Upaya Konsolidasi Politik yang Membangkitkan Antusiasme Publik
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Ancam Industri Kretek dan Lapangan Kerja
-
Bocoran Desain Toyota Fortuner Terbaru Terungkap, Opsi Hybrid dengan Layar Raksasa Segera Mengaspal
-
Kaspersky Bongkar Modus Phishing Google Tasks 2026: Pakai Notifikasi Resmi, Curi Akun Perusahaan
-
HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Viral Isu Rizky Bantayan Lolos Akmil Karena Aira Yudhoyono, Sampai Rela Lepeh Pacar
-
Jelang FIFA Series 2026, Kevin Diks: Kami Harus Lebih Kejam!
-
Eks Mertua Pratama Arhan Bawa Kasus Baru ke PSSI, Akan Segera Lapor
-
Takjil untuk Penagih Utang Bang Tigor
-
5 Bedak untuk Menutupi Jerawat, Bikin Wajah Lebih Mulus Seketika