/
Selasa, 23 Mei 2023 | 12:10 WIB
Dalang Sindu parwoto ((ponorogo.suara.com/dedy.s))

Suara Ponorogo - Setelah menanti selama 12 tahun dan melewati berbagai rintangan, seorang dalang di Ponorogo, Sindu Parwoto, akhirnya dapat mewujudkan impian suci untuk berangkat haji pada tahun 2023 ini. Kisah inspiratifnya menjadi bukti nyata bahwa kesabaran dan keyakinan akan membuahkan hasil. Dengan penuh syukur, pria berusia 62 tahun itu bersiap-siap melaksanakan ibadah haji.

Bermukim di Jalan Wibisono, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Sindu kini dapat bernafas lega. Pedalang handal tersebut telah mengatasi berbagai tantangan yang dihadapinya. Ia telah siap sepenuhnya untuk berangkat haji, mempersiapkan diri secara mental dan fisik.

Sindu menceritakan bagaimana keinginannya tertunda tiga kali. Ia telah mendaftar pada tahun 2011 dan seharusnya mendapatkan porsi berangkat pada tahun 2018. Namun, proyek pembangunan di Masjidil Haram membuatnya harus menunda hingga tahun 2020.

Sayangnya, pada tahun 2020, pandemi Covid-19 melanda, dan baru pada tahun 2022, ada kemungkinan untuk berangkat. Namun, Sindu mendapati bahwa kuota hanya tersedia 50 persen dan pada usia 65 tahun, ia tidak memenuhi syarat untuk berangkat.

"Padahal pada tahun 2022, usia saya baru 61 tahun, tetapi saya masih tidak bisa berangkat. Akhirnya, kesempatan berangkat pun datang pada tahun ini," ujar Sindu kepada wartawan pada Senin (22/5/2023).

Sindu menjelaskan bahwa proses perjalanannya menuju haji tahun ini hampir sama dengan filosofi dalam dunia pewayangan. Seperti makhluk hidup lainnya, manusia juga harus melewati proses, tantangan, dan rintangan untuk mendapatkan wahyu atau anugerah dari Yang Maha Kuasa.

"Sebagai umat Islam, ibadah haji merupakan ujian bagi kita. Ujian kesabaran, sebagaimana yang dialami oleh seorang kesatria dalam pewayangan yang harus diuji terlebih dahulu sebelum mendapatkan wahyu," jelas Sindu.

Selain itu, Sindu juga menyadari pentingnya menahan hawa nafsu dan bersabar dalam menghadapi ujian-ujian tersebut. Sebagai seorang Muslim, melaksanakan ibadah haji merupakan bagian dari melengkapi rukun Islam.

"Melalui ibadah haji, keyakinan yang kita anut menjadi sempurna. Namun, kita harus melewati ujian kesabaran yang memakan waktu bertahun-tahun dan menghadapi kegagalan dalam berangkat akibat berbagai permasalahan. Akhirnya, pada tahun ini, saya dapat berangkat," tandas Sindu dengan tulus.

Baca Juga: Sebelum Laporkan Video Asusila Mirip Rebecca Klopper, Zainul Arifin Konsultasi dengan Penyidik Siber Bareskrim

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Ponorogo, Marjuni, mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji di Ponorogo mencapai 497 orang. Lebih menarik lagi, sebanyak 400 orang atau 80 persen dari total jemaah tersebut berusia di atas 50 tahun.

Dengan semangat dan keyakinan, Sindu Parwoto mengajarkan kita semua tentang arti sejati dari kesabaran dan kepercayaan. Kisahnya yang inspiratif memberikan harapan kepada banyak orang bahwa ketekunan dan keyakinan akan membuahkan hasil. Semoga perjalanan haji Sindu berjalan lancar dan membawa berkah bagi dirinya dan seluruh jemaah haji lainnya.
 

Load More