Suara Ponorogo - Kabupaten Ponorogo harus menelan pil pahit setelah upayanya untuk menjadi jejaring kota kreatif dunia tidak mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Kekecewaan ini muncul setelah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, secara daring mengumumkan dua kota yang akan diusulkan masuk dalam jejaring Unesco Creative Cities Network (UCCN) pada tahun 2023.
Pengumuman tersebut menunjukkan bahwa Kota Solo berhasil meraih gelar City of Craft and Folk Arts, sedangkan Depok ditetapkan sebagai City of Media Arts yang diusulkan untuk bergabung dengan jejaring UCCN pada sidang di Istanbul, Turki, pada tahun 2024 mendatang.
"Hasil keputusan Panselnas UCCN menunjukkan bahwa Kota Surakarta (Solo.red) akan diusulkan sebagai City of Craft and Folk Arts, dan Kota Depok sebagai City of Media Arts," kata Sandiaga Uno dalam pengumuman tersebut.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengungkapkan rasa kecewa, namun tetap berusaha untuk menerima keputusan tersebut dengan kedewasaan. "Sebagai manusia, saya pasti merasa kecewa, tetapi harus legowo karena semua adalah hasil dari seleksi yang ketat," ujarnya.
Meskipun Ponorogo dan seni Reog yang merupakan warisan budaya daerah telah dua kali mengalami kegagalan dalam pengusulan sebagai Incredible Cultural Heritage (ICH) pada tahun 2022 dan UCCN pada tahun 2023 ini, Sugiri berharap bahwa keputusan ini tidak akan menghancurkan semangat para pelaku seni Reog dan industri kreatif di Ponorogo. Sebaliknya, hasil ini seharusnya menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih berinovasi.
"Ini harus menjadi motivasi bagi kita, kita semua tahu bahwa Reog semakin dikenal secara internasional," ungkapnya.
Namun demikian, Bupati Giri juga mengucapkan selamat kepada Surakarta dan Depok yang berhasil masuk dalam penjaringan UCCN. Ia berharap kedua kota tersebut dapat mewujudkan potensi mereka sebagai kota kreatif dunia yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Sebelumnya, dalam penjaringan pengusulan dua kategori kota untuk bergabung dalam jejaring UCCN, Ponorogo bersaing ketat dengan Kota Surakarta dan Bantul untuk gelar City of Craft and Folk Arts. Sedangkan Kabupaten Salatiga dan Bitung bersaing dalam kategori City of Gastronomy. Sementara itu, Kota Depok menjadi satu-satunya kandidat dalam kategori City of Media Arts.
Baca Juga: Ada AHY, Adu Hebat 6 Bakal Cawapres Ganjar Pranowo Versi Puan Maharani
Dengan kegagalan ini, Ponorogo harus mengambil inisiatif sendiri untuk terus mempromosikan seni Reog dan industri kreatifnya. Meskipun tidak masuk dalam jejaring UCCN, Ponorogo dapat menggunakan kegagalan ini sebagai motivasi untuk menghasilkan inovasi lebih lanjut.
Semoga pemerintah daerah dan pelaku seni setempat dapat bekerja sama untuk mengangkat potensi Ponorogo dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi, tanpa harus tergantung pada pengakuan internasional semata.
Berita Terkait
-
Serangan Peretas Sasar Bupati Ponorogo: Nomor WhatsApp Sugiri Sancoko Diretas!
-
Pemeriksaan LKPJ Bupati Ponorogo 2022: Sorotan DPRD pada Penumpukan Sampah TPA Mrican yang Mengkhawatirkan
-
Ini Alasannya! Bupati Ponorogo Diprotes Puluhan Warga dan Mahasiswa Terkait Janji Kelola TPA Mrican yang belum Terealisasi
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu
-
Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya
-
Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran
-
Lupa Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah pada Malam Hari, Bolehkah Diganti Siang Hari?
-
Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan